Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Selalu Aku

[PUISI] Selalu Aku
ilustrasi kesendirian (pixabay.com/marmax)

Diam-diam aku menatapmu
Berjalan dengannya diiringi tawa ceria
Bermanja dengan seikat bunga di tangan
Makan camilan, mesra di taman

Dari jauh aku melihat dirimu
Diam-diam mengamati
Apakah engkau sungguh ‘tlah bahagia?
Atau hanya pelarian dari kisah kita yang retak tanpa jejak

Dari jauh aku menatap semua tentangmu
Kesedihan mulai bercuap-cuap
Kesalahanku, kesalahanmu? Bukan, semua salah selalu aku
Satu sisi yang tak pernah benar, satu sisi yang sah selalu salah

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Sunyi Menjelang Terbit

26 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Suara Bertingkah

[PUISI] Suara Bertingkah

25 Mar 2026, 17:47 WIBFiction
[PUISI] Menang

[PUISI] Menang

25 Mar 2026, 06:28 WIBFiction
[PUISI] Layu, Tapi Hidup

[PUISI] Layu, Tapi Hidup

25 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Merajut Laut Fajar

[PUISI] Merajut Laut Fajar

25 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Ruang Tersembunyi

[PUISI] Ruang Tersembunyi

23 Mar 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berbunga

[PUISI] Luka yang Berbunga

23 Mar 2026, 05:04 WIBFiction