Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cahaya matahari pagi masuk melalui jendela dan menyinari tirai yang menjuntai. (pexels.com/@dmax-tran-1398585)

Pernahkah sebuah kenangan tiba-tiba hadir saat kamu sedang menjalani hari seperti biasa? Ada masa yang telah lama berlalu, tetapi jejaknya terkadang masih terasa begitu dekat. Jika waktu terus berjalan, haruskah semua yang pernah terjadi ikut kita tinggalkan?

Di ambang jendela, temaram langit menjadi saksi
Mengantar serpihan hari yang telah berlalu
Ada tawa yang masih mekar di sudut ingatan
Sementara wajah-wajah kian samar ditelan waktu

Tersimpan bahagia yang tumbuh dalam sanubari
Tertinggal luka yang perlahan luruh dalam diri
Terukir perpisahan yang menyisakan keikhlasan
Pun pertemuan yang mengajarkan arti kehadiran

Tidurlah, kenangan
Terlelaplah sejenak dari riuhnya hari
Bukan untuk sirna dibungkam sunyi
Hanya bernaung hingga jejakmu menjelma makna

Kembalilah saat fajar meretas cakrawala
Bertaut pada tiap langkah, mengiringi kisah yang tercipta
Menjadi hikmah yang menuntun perjalanan
Dan bekal berharga untuk menapaki hari yang belum tiba

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team