Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Demokrasi Telah Mati, Kita yang Membunuhnya

1 min read
[PUISI] Demokrasi Telah Mati, Kita yang Membunuhnya
ilustrasi poster demokrasi di bangunan terbengkalai (pexels.com/Clayton)

Suara rakyat dibeli di pasar pertunjukan
Janji manis ditebar menutup mata hati
Kita bersorak merayakan sebuah kemenangan
Tanpa sadar menggali kubur untuk diri sendiri

Di bilik suara kita menjual harga diri
Terbius retorika kosong penuh rekayasa
Kebenaran dibungkam demi kepentingan sendiri
Hukum tunduk pada penguasa tanpa kuasa

Kini tirai panggung telah resmi tertutup rapat
Tiada lagi tempat bagi jerit suara nurani
Demokrasi mati di hadapan kita yang sepakat
Menjadi algojo atas kebebasan diri sendiri

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
    Demokrasi Telah Mati dalam Puisi tentang Suara Rakyat