Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[Puisi] Semesta Bertasbih

[Puisi] Semesta Bertasbih
pexels.com/Dids

Burung-burung melantunkan syair pagi

Beberapa pohon menunduk

Mengakui Agungnya Sang Pencipta

 

Matahari menyapa penduduk bumi

Dan menitip pesan 

"Seorang hamba takkan bisa berkutik selama restu Illahi dan alam tidak selaras"

 

Lain halnya dengan pengisi planet ini

Diantara mereka ada yang mencambuk pohon-pohon

Mengatur kendali matahari terbenam

Membangun gunung beton sampai ke langit

Dan membuat semesta menangis darah

Sambil meronta-ronta

 

Bukankah semesta ini milik Nya?

Bukan milik dia

Yang tak bisa hidup abadi

Karena keabadian sejati 

Akan tiba pada waktunya

Yaitu, ketika bertemu Sang Khaliq

 

 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Lena Latipah
EditorLena Latipah
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Mendekap Ego

18 Mei 2026, 14:07 WIBFiction
[PUISI] Permata Pudar

[PUISI] Permata Pudar

18 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Merayakan Mimpi

[PUISI] Merayakan Mimpi

17 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Esok Tanpamu

[PUISI] Esok Tanpamu

17 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Bawa Aku Pergi

[PUISI] Bawa Aku Pergi

15 Mei 2026, 21:08 WIBFiction
[PUISI] Di Mana Suamiku?

[PUISI] Di Mana Suamiku?

15 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Senyum Kecil

[PUISI] Senyum Kecil

14 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Persimpangan Hari

[PUISI] Persimpangan Hari

13 Mei 2026, 10:07 WIBFiction