Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Semua Mata Memandang

[PUISI] Semua Mata Memandang
ilustrasi seseorang yang sedang dihakimi (pexels.com/Ivonne Vallejos)

Semua mata memandang
Saat aku melangkah pelan di antara keraguan
Seolah setiap gerakku harus sempurna
Padahal aku hanya ingin menjadi diriku sendiri

Semua mata memandang
Ketika aku mencoba bangkit dari kegagalan
Mereka menilai tanpa tahu beratnya hari
Mengira aku lemah tanpa niat berjuang

Semua mata memandang
Ketika aku hanya ingin bernapas sebentar
Menjauh dari hiruk-pikuk tuntutan
Terus meminta tanpa mau mengerti

Semua mata memandang
Namun aku tidak akan pernah gentar
Biarkan dunia bersuara sesukanya
Selama aku berdiri dengan kakiku sendiri

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ananda Zaura
EditorAnanda Zaura
Follow Us

Related Articles

See More

[PUISI] Pagi yang Menunggu

11 Mei 2026, 21:48 WIBFiction
[PUISI] Sesal

[PUISI] Sesal

11 Mei 2026, 21:17 WIBFiction
[PUISI] Menyembuhkan Diri

[PUISI] Menyembuhkan Diri

10 Mei 2026, 15:25 WIBFiction
[PUISI] Pelan

[PUISI] Pelan

09 Mei 2026, 17:57 WIBFiction
[PUISI] Tabungan Rasa

[PUISI] Tabungan Rasa

09 Mei 2026, 17:48 WIBFiction
[PUISI] Perangai Mematikan

[PUISI] Perangai Mematikan

09 Mei 2026, 08:48 WIBFiction
[PUISI] Niskala

[PUISI] Niskala

08 Mei 2026, 20:27 WIBFiction