Aku hidup di antara kebingungan
Memandang siluet yang beracun
Meratapi matahari dan bulan
Seakan kawan ternyata lawan
Mereka berteriak sambil terisak
Foto hari bahagia dirusak
Saksi janji suci yang berkarat
Manik-manik jatuh bergeletak
Pertikaian yang membara
Membawaku pada ruang jera
Suara yang terpaksa ku dengar
Kubisukan bersama penutup telinga
Ego yang tak pernah usai
Membuat langkahku berhenti
Pulang ke atap hanya melerai
Permusuhan dari konon cinta sejati
Luka mana lagi yang ku pendam?
Bila hari-hari ku sudah padam
Seutas tali terikat kokoh
Tak kunjung menghentikan tokoh
Kita hanya sekumpulan topeng
Bermain diantara gerimis kebahagiaan
Bersama bunga-bunga yang menyimpan kebencian
Meski tak satu arah pulang lagi
Masih ada asa yang ingin diresapi
Wahai bulan dan matahari
Bertahan atau cerai-berai, mana yang kalian pilih?
![[PUISI] Semua yang Runtuh Karena Ego](https://image.idntimes.com/post/20261030/1000486243_ab0e4fa5-bcf0-4e65-b3c3-d5a0f2fb6210.jpg)