Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Sepasang Bayang di Ambang Batas
ilustrasi bayangan (pexels.com/George Becker)

Pelukan rimba menyimpan rahasia tua,
anak panah melintasi bisik dedaunan sunyi.
Ada damai semu dipelihara masa,
dan saudari di balik sangkar, terkunci janji.

Malam, merekah bagai luka menganga,
besi-besi merobek kabut, memuntahkan bara.
Di antara amis darah dan puing membara,
kebohongan runtuh: sang saudari ternyata jelmaan semata.

Kenyataan terbalik di telapak tangan,
saudara sekandung berdiri di seberang ketiadaan.
Cermin takdir pecah, tak lagi terhindar,
melempar sang pemburu ke tengah pusaran kegelapan.

Dari batu karang kuno terlelaplah prasasti,
dua sosok penjaga terjaga mengikat sumpah pada jiwa.
Kiri dan kanan melangkah, menyertai garis takdir,
menembus gerbang malam, melintasi misteri dua nyawa.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team