Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Sinar yang Memanggilku

[PUISI] Sinar yang Memanggilku
ilustrasi seseorang menikmati sinar matahari pagi (pexels.com/Jill Wellington)

Pagi kembali

Namun, jendela tak kubuka

Aku takut pada hari ini

Sebab mentari akan mengomel

Perihal aku yang gemar sembunyi

Kulihat sinarnya berdansa

Dalam genangan bekas air hujan

Mestikah aku terpikat?

Pada pesonanya yang tak mati

Walau sedang mengenai kekeruhan

Suara nurani telah kuabaikan

Para manusia telah kulupakan

Mestikah aku keluar

Menuju sinar yang memanggilku itu

Ya ... aku memang cukup bosan

Melahap kepedihan sendirian

Aku ingin bertemu kedamaian

Akankah lukaku mengizinkan?

 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Surat Cinta dari Bulan Februari

24 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Di Antara Gerimis

[PUISI] Di Antara Gerimis

24 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berjalan

[PUISI] Luka yang Berjalan

23 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Kepada Hati

[PUISI] Kepada Hati

22 Feb 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Asa Tersisa

[PUISI] Asa Tersisa

22 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Buat Apa Bersuara?

[PUISI] Buat Apa Bersuara?

22 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Cangkir Biru

[PUISI] Cangkir Biru

20 Feb 2026, 13:48 WIBFiction