Malam Ramadan memanggil pelan
Dengan bintang sebagai saksi
Aku berdiri di atas sajadah
Membawa segala rapuh
Sujud terasa lebih lama
Seolah bumi memeluk keningku
Di titik terendah itu
Aku justru merasa utuh
Air mata jatuh tanpa drama
Menjadi bahasa yang paling jujur
Tak ada yang kusembunyikan lagi
Semua luruh dalam doa
Ketika bangkit dari sujud
Aku bukan manusia yang sama
Ada beban yang ditinggal
Ada harap yang lahir
![[PUISI] Sujud yang Lebih Dalam](https://image.idntimes.com/post/20260224/pexels-thirdman-7957070_9c54c26d-09ed-4717-b481-63536a3aca00.jpg)