Kupahat senyum di wajah semata
Meski hati retak tak bersuara
Langkah melaju menepis lara
Namun kosong memeluk sukma
Mentari datang membawa cahaya
Tak mampu hangatkan ruang bernyawa
Hari berganti tanpa makna
Seperti bayang kehilangan rupa
Kutatap cermin, siapa dirinya?
Mengapa asing pantulan wajahnya?
Raganya berdiri tetap perkasa
Namun batin luruh tak berdaya
Maka kupungut serpihan cahaya
Kurajut kembali asa yang sirna
Biar perlahan kutemukan makna
Agar tak lagi hidup tanpa jiwa
![[PUISI] Tanpa Jiwa](https://image.idntimes.com/post/20260707/img_5550_b2e5ac88-a155-44d0-a57d-243632a95590.jpeg)