Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Tawa dalam Secangkir Teh

[PUISI] Tawa dalam Secangkir Teh
ilustrasi teh (pexels.com/Freestocks.org)

Aroma pagi menghambur bersama kabut pekat
Menyibak titik embun di pucuk daun
Hening tanpa setitik suara
Senyap beriringan beku mengisi udara

Sayup-sayup tawa memecah keheningan
Menciptakan secangkir obrolan dalam kehangatan
Duduk bersama menyeruput senyuman
Mengusir beku pagi beralih kekaraban

Secangkir teh pagi yang hampir tandas
Meninggalkan percakapan yang sudah bablas
Namun kenangannya tetap membekas
Sampai kelak waktu tak terbatas

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Mutiatuz Zahro
EditorMutiatuz Zahro
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Antara Luka dan Tujuan

31 Mar 2026, 11:07 WIBFiction
[PUISI] Bunga Surga

[PUISI] Bunga Surga

29 Mar 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Abu Pekat

[PUISI] Abu Pekat

29 Mar 2026, 21:04 WIBFiction
[PUISI] Mencari Damai

[PUISI] Mencari Damai

29 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Kalian Bisa Apa?

[PUISI] Kalian Bisa Apa?

28 Mar 2026, 21:44 WIBFiction
[PUISI] Merekam Sumbang

[PUISI] Merekam Sumbang

28 Mar 2026, 20:52 WIBFiction
[PUISI] Kelam

[PUISI] Kelam

28 Mar 2026, 13:07 WIBFiction
[PUISI] Subuh yang Beku

[PUISI] Subuh yang Beku

28 Mar 2026, 05:25 WIBFiction