Di Sumatra,
ribuan hektare hutan terbakar
membubungkan asap ke langit
mengirimkan kabar duka
yang tak kunjung sampai
ke meja-meja kekuasaan.
Di Kalimantan,
pepohonan tumbang menjadi arang
orang tua-anak bertahan hidup di balik masker dan udara abu-abu
namun penguasa memilih tetap utamakan makan yang katanya bergizi
meski dada sesak oleh udara yang kian pekat.
Lagi dan lagi,
rakyat kembali diminta bersabar
menunggu penanganan
yang entah kapan benar-benar datang.
Api kian menjalar dari satu wilayah ke wilayah lain,
menelan hutan, lahan, rumah, dan sisa-sisa harta benda
semua menjerit
semua merasakan sakit
namun suara-suara itu hanya menyerupai harapan kosong
karena rakyat tak benar-benar tertolong.
![[PUISI] Terlalap Api](https://image.idntimes.com/post/20260903/pexels-cottonbro-5608105_3c5993e2-e8d7-4484-8637-dd19497445d9.jpg)