Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Terlalu Larut Mendamba

[PUISI] Terlalu Larut Mendamba
ilustrasi seseorang di keramaian pada malam hari (pexels.com/Paweł L.)
Share Article

Pekat malam menjadi saksi kita
Mengutuk cermin dan memuja dinding
Pagi hingga sore hilang waras
Aku tak ubahnya seperti pejuang berlaras
Terus berjalan di balik bayang samar

Suatu saat di masa depan yang dulu didamba
Seakan jalan buntu tak ada habisnya
Mendorong lebih dalam, menjauh dari wajah mereka
Tawaku lepas untuk kemudian habis dikekang gulana

Dengan lutut bertekuk dan hati yang gundah
Tiap jengkal tubuhku tak henti bertanya
Kapan melupa dan angkat kepala
Sebab sudah terlalu larut mendamba

 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You

[PUISI] Pesona Fatamorgana

01 Apr 2024, 07:07 WIBFiction
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎

Related Articles

See More
[PUISI] Labirin Perasaan

[PUISI] Labirin Perasaan

02 Jul 2026, 21:08 WIBFiction
[PUISI] Persembahan

[PUISI] Persembahan

02 Jul 2026, 20:48 WIBFiction
[PUISI] Realitas Bayangmu

[PUISI] Realitas Bayangmu

02 Jul 2026, 16:47 WIBFiction
[PUISI] Nestapa Embun

[PUISI] Nestapa Embun

30 Jun 2026, 10:07 WIBFiction
[PUISI] Samudera Suci

[PUISI] Samudera Suci

30 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Pemain Curang

[PUISI] Pemain Curang

30 Jun 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Lambang Buram

[PUISI] Lambang Buram

29 Jun 2026, 17:47 WIBFiction