Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Terpaksa Kulepas
Bunga dandelion (pexels.com/thevibrantmachine)

Sumpah! Tiada maksudku melepasmu
Tapi siapa yang sanggup menelan diam terlewat minggu
Pedih hatiku melepasmu kala hidupmu seberat itu
Aku masih ingin jadi tempatmu mengadu

Oh takdir! Mengapa kau begitu kejam
Pecahkan lentera, datangkan suram
Kau beri kisah sempurna, hujani bahagia sampai tenggelam
Namun di akhir kau biarkan kapalku karam

Oh cinta! Maafkan aku yang tak mampu pertahankan kita
Aku tak sanggup menjadi alasanmu berlinang air mata
Sialnya, tak ada yang salah di antara kita
Hanya jalannya yang tak berujung sama

Syukurku bertemu denganmu
Diulang seribu kali pun aku mau
Walau sakitnya dikali seribu
Setidaknya aku tahu, yang sempurna belum tentu bersatu

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team