Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Tertawa di Atas Puing

[PUISI] Tertawa di Atas Puing
Ilustrasi siluet wanita (unsplash.com/Keenan Costance)

Aku berdiri di atas puing diri
Melambaikan senyum ke arah dunia
Mereka pikir aku menang
Padahal aku hanya bertahan

Setiap tawa adalah palu
Memaku perih agar tak jatuh
Ironis, bukan?
Bahagia jadi alat bertahan hidup

Tak ada yang mendengar gemetar
Di balik suara yang kubuat stabil
Aku jadi aktor terbaik
Dalam drama yang tak kupilih

Jika runtuhku nanti terdengar
Jangan tanya mengapa terlambat
Aku sudah berteriak lama
Dalam bahasa yang kalian abaikan

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Mengais Ironi

04 Mar 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Kelam Malam Silam

[PUISI] Kelam Malam Silam

04 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Menitip Doa

[PUISI] Menitip Doa

03 Mar 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Bius Standar Ganda

[PUISI] Bius Standar Ganda

02 Mar 2026, 13:07 WIBFiction
[PUISI] Jiwa yang Lapuk

[PUISI] Jiwa yang Lapuk

02 Mar 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Hilang

[PUISI] Hilang

01 Mar 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Kopi Tanpa Asap

[PUISI] Kopi Tanpa Asap

01 Mar 2026, 07:07 WIBFiction
[PUISI] Kepada Ibu

[PUISI] Kepada Ibu

28 Feb 2026, 05:15 WIBFiction