Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Tumbang di Ambang Temu
Ilustrasi jalan berkabut yang sunyi (unplash.com/Tomas Hudolin)

Telah mengakar dengan kuat,
pada hati yang mulai tertambat.
Tertindih atas rasa yang sudah lama merunduk,
menanti waktu untuk benar-benar terkubur.

​Namun,
lama-lama ia tertimbun lalu mengembun,
laksana air yang mudah menyurut riuh.

Hingga diseret paksa oleh rangkaian damba,
yang menuntut kembali untuk memupuk.
​Lalu pada akhirnya,
menuai rasa yang mulai menguap.

Kini semuanya kian sirna,
seolah digerus paksa untuk tumbang di ambang temu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team