Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Untuk yang Terakhir Kalinya

[PUISI] Untuk yang Terakhir Kalinya
ilustrasi pria yang sedang bersedih (pexels.com/Inzmam Khan)

Terima kasih telah menjadi api di malam yang dingin
Menyala hangat memberikan kenyamanan
Tanpa sadar semua terbakar menjadi abu
Lantas api itu hilang

Terima kasih telah menjadi musim semi
Harapan yang mekar bersama bunga-bunga
Pada waktunya semua bunga itu gugur
Lantas musim semi usai

Terima kasih telah menjadi pelangi
Indah dengan semua warna yang melengkapiku
Hingga warna itu hilang sebelum lukisanku selesai
Lantas pelangi pun pergi

Terima kasih untuk hati ini
Bertahan di tengah keraguan dan ketidakpastian
Hingga dia kembali membawa harapan
Lantas hati ini tertutup

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Theodore Siagian
EditorTheodore Siagian
Follow Us

Related Articles

See More

[PUISI] Lengkungan Lengan Malam

06 Mei 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Pantang Terusir

[PUISI] Pantang Terusir

06 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Lampu Kota

[PUISI] Lampu Kota

05 Mei 2026, 17:47 WIBFiction
[PUISI] Lima Jenis Cinta

[PUISI] Lima Jenis Cinta

04 Mei 2026, 09:48 WIBFiction
[PUISI] Peluh yang Bersemi

[PUISI] Peluh yang Bersemi

04 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Terbentur Rasa

[PUISI] Terbentur Rasa

03 Mei 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Gadai Percaya

[PUISI] Gadai Percaya

03 Mei 2026, 05:04 WIBFiction