Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Sebuah Puisi untuk Arga

[PUISI] Sebuah Puisi untuk Arga
ilustrasi mendaki gunung (pixabay.com/cocoparisienne)

Terjal aral rintang mengganjal
Dengan setiap pegal rasa di badan
Tetap berusaha tanpa banyak membual
Ingin sampai di puncak penuh kepuasan

Tas besar di gendongan
Tongkat kekar di genggaman
Semangat membara membakar
Langkah demi langkah perlahan, namun, terus menjalar

Menatap negeri di awan
Tangisan haru penuh kebahagiaan
Lelah, pegal, perih dan letih terbayar tuntas
Kami sampai di puncak gunung dengan peluh yang deras

Syukur kami atas kesempatan yang dilimpahkan
Mencium tanah air di puncak yang sakral
Perlahan mentari meninggi melebihi awan
Tanda kami segera kembali ke asal

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Riza AA
EditorRiza AA
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Titik yang Enggan Dijemput Garis

25 Mar 2026, 19:22 WIBFiction
[PUISI] Suara Bertingkah

[PUISI] Suara Bertingkah

25 Mar 2026, 17:47 WIBFiction
[PUISI] Menang

[PUISI] Menang

25 Mar 2026, 06:28 WIBFiction
[PUISI] Layu, Tapi Hidup

[PUISI] Layu, Tapi Hidup

25 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Merajut Laut Fajar

[PUISI] Merajut Laut Fajar

25 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Ruang Tersembunyi

[PUISI] Ruang Tersembunyi

23 Mar 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berbunga

[PUISI] Luka yang Berbunga

23 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

22 Mar 2026, 05:04 WIBFiction