Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Siksa Rindu

aconsciousrethink.com
aconsciousrethink.com

Kuhukum diriku dengan rindu
Kusiksa hati tanpa temu
Hati meronta ingin cumbu
Bayangmu hadir merayu

Bagai bongkah karang
Keras namun bak pecundang
Nyali ciut tuk melayang
Hanya tuk berucap, aku rindu...sayang

Bukankah kita
Berdiri di planet yg sama
Di bawah langit seirama
Namun sungguh jauh di mata

Aku menyerah
Tak dimungkiri masih ada amarah
Setiap sudut relungku telah kau jarah
Kerinduanku kian parah

Sudah lah
Mendekat lah
Kita akhiri pertikaian
Dengan pelukan

(I.S)

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Merry Wulan
EditorMerry Wulan
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Nyanyian Duka

11 Jan 2026, 21:17 WIBFiction
ilustrasi berdoa

[PUISI] Kalimat Semesta

11 Jan 2026, 21:07 WIBFiction
ilustrasi bayangan seorang perempuan

[PUISI] Monolog

11 Jan 2026, 05:15 WIBFiction
ilustrasi buku di reruntuhan gedung

[PUISI] Kata Paling Tabu

09 Jan 2026, 05:15 WIBFiction
ilustrasi cahaya lilin dan bunga

[PUISI] Pulih dalam Sepi

08 Jan 2026, 15:07 WIBFiction
Ilustrasi sampai jumpa

[PUISI] Sampai Jumpa Besok

08 Jan 2026, 05:15 WIBFiction
ilustrasi perempuan bersedih

[PUISI] Senandung Rindu

06 Jan 2026, 14:47 WIBFiction