Sudah 4 Dekade Berkarya, Ini 5 Novel Lawas Mira W

Mira W adalah seorang dokter lulusan FK Usakti 1979 yang menggemari dunia penulisan sejak kecil. Siapa sih pecinta novel yang tidak kenal nama beliau. Sejak akhir tahun 70-an ia konsisten menulis dan membuahkan puluhan novel roman. Bahkan banyak novelnya yang difilmkan.
Berikut beberapa novel penuh lika-liku yang ia tulis di tahun 1990-an. Kamu pernah baca yang mana?
1. Di Bahumu Kubagi Dukaku (1990)

Sebagai bagian dari Trilogi Dr. Ananta (salah satu tokoh di novel tersebut), novel ini merupakan jembatan yang sempurna untuk kisah cinta yang rumit dan penuh intrik.
Novel kedua ini bercerita tentang Danila yang baru saja keluar dari penjara tak kunjung mendapatkan ketenangan hidupnya, bahkan beberapa kali mencoba bunuh diri. Masih ada beragam masalah lain yang turut memperumit keadaan.
2. Deviasi (1996)

Di novel ini Mira W menempatkan Arneta, seorang wanita yang menderita karena bersuamikan pria yang memiliki kepribadian ganda. Ia berusaha melepaskan diri dari penderitaan itu dan menemukan kembali cinta yang lain. Novel ini merupakan gerbang yang sempurna untuk menuju ke novel selanjutnya 'Delusi'.
3. Segurat Bianglala di Pantai Senggigi (1993)

Petualangan Asri dan sahabatnya menjelajahi Lombok untuk mencari ayahnya. Tak dinyana perjalanan itu justru membuatnya menemukan arti persahabatan, keluarga, dan juga cinta. Tak heran setelah membaca novel ini kalian akan tergiur untuk menyisir Pantai Senggigi yang indah dan penasaran ingin mendaki Gunung Rinjani yang misterius.
4. Bukan Cinta Sesaat (1995)

Perjuangan dua insan dalam menghadapi berbagai rintangan yang menghalangi kisah cinta mereka. Sejak awal hubungan mereka harus mengalami banyak kendala karena perbedaan kultur. Mira W seperti biasa selalu berhasil mengolah sumber masalah klasik menjadi kisah cinta yang rumit nan menarik.
5. Sampai Maut Memisahkan Kita (1992)

Novel Mira W yang satu ini sangat menguras emosi. Apalagi Mira W sangat pandai memainkan gelombang penceritaan lewat karakter tokohnya yang liar. Lapisan kisah perselingkuhan membuat novel ini kian membius pembacanya.
Meski novel-novel tadi terhitung novel lawas, namun hingga kini masih saja banyak pembaca yang memburunya. Kamu sendiri udah baca belum?

![[PUISI] Aku Baru Pulang Hari Ini](https://image.idntimes.com/post/20260730/pexels-1433506698-33325098_273a474e-9523-42b0-95e5-77c504b9a4aa.jpg)
![[PUISI] Seruan Luka dari Ruang Suram](https://image.idntimes.com/post/20260731/1000014622_64234668-98bd-47bd-a970-c7f5f42b4f2d.jpg)
![[PUISI] Kau Selalu Tahu](https://image.idntimes.com/post/20260620/tumisu-divorce-908743_1920_56da75f8-5f49-4b1e-a335-81dfcd314e1a.png)
![[PUISI] Pria Tak Banyak Kata](https://image.idntimes.com/post/20260722/pexels-david-kanigan-239927285-35070884_97df83b7-f47f-4816-968c-b35f3085f446.jpg)
![[PUISI] Jam Tua di Dinding Rumah](https://image.idntimes.com/post/20260726/pexels-tima-miroshnichenko-8327732_bb50f448-205e-4eb6-a741-c1499b38f0c9.jpg)
![[Puisi] Ketika Siang Menundukkan Mata](https://image.idntimes.com/post/20260731/1000118940_08096e0f-8f4a-4ba0-bcea-f27f970ad5b8.jpg)
![[PUISI] Detak yang Riuh](https://image.idntimes.com/post/20260730/kai-pilger-6ecbry8x3wm-unsplash_ea8bc2ce-bcf6-49fc-b025-404ba781c894.jpg)
![[PUISI] Porsi-Porsi Kekalahan](https://image.idntimes.com/post/20260725/stocksnap-woman-2609115_1920_c7434886-dea7-46c5-888c-7ec25ae53ecd.jpg)
![[PUISI] Tenang di Antara Riuh](https://image.idntimes.com/post/20251209/polaron-x-pnkw4vzahic-unsplash_1c645e90-627b-47dc-bebc-c912456b2093.jpg)
![[PUISI] Mata Memilih Makna](https://image.idntimes.com/post/20260716/pexels-barbara-chickenz-10935555_86457eb6-ab8e-44e1-952e-61ae88ee1d05.jpg)
![[PUISI] Cerita yang Dititipkan pada Danau](https://image.idntimes.com/post/20260627/velodi-tsaguria-xgltpax1fey-unsplash_2e9ae0e9-23cd-4070-a3b6-768c413ed384.jpg)
![[PUISI] Ruang yang Tak Tersentuh](https://image.idntimes.com/post/20260603/valery-sysoev-chmpszb2uog-unsplash_0c5c067b-82c1-4a51-91e7-c86b7f1d847f.jpg)
![[PUISI] Memangku Puing Samudra](https://image.idntimes.com/post/20260729/pexels-abedalbaset-8668676_e40a3faf-b759-4a08-b9ed-e5f59a6a28cb.jpg)
![[PUISI] Semangkuk Pagi](https://image.idntimes.com/post/20260719/pexels-concentration-5820105_b2079ed6-d552-40ea-8c56-2f8dd340c4d0.jpg)
![[PUISI] Dekapan Angin Sepoi](https://image.idntimes.com/post/20260408/zero-take-6ed8bc3typm-unsplash_641551fe-da13-418c-871c-5f9b3f59e1ce.jpg)
![[PUISI] Aksara Berbincang di Pelosok Nirwana](https://image.idntimes.com/post/20260729/pexels-nerosable-10639909_12d7d9b0-9f72-45f9-86a1-87925358674e.jpg)
![[PUISI] Aku Hampir Lupa Rasanya Bahagia](https://image.idntimes.com/post/20260712/1000125419_eaec04c2-64d2-4493-8003-b4c282a70357.jpg)
![[PUISI] Biarkan Musim Menuntun](https://image.idntimes.com/post/20240409/jakob-owens-ue-n2i6-trm-unsplash-f96a2f31398211c36c1d614d2c908814-6539e2a1efcb95bf319da167c4fc6b6c.jpg)
![[PUISI] Manusia Bertopeng Dua](https://image.idntimes.com/post/20260727/engin-akyurt-8sm2ssanvkk-unsplash_65355cff-6eab-458b-af5f-53ab7d88c815.jpg)
![[PUISI] Tubuhku](https://image.idntimes.com/post/20260728/pexels-iban-lopez-luna-2159602676-37920003_6e047aa0-b67d-4759-90e0-9c2020307dd8.jpg)