Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

10 Jenis Teh Jepang Populer dengan Aroma dan Rasa yang Khas

10 Jenis Teh Jepang Populer dengan Aroma dan Rasa yang Khas
ilustrasI teh (magnific.com/azerbaijan_stockers)
  • Teh Jepang hadir dalam beragam karakter, dipengaruhi cara penanaman, pengolahan, dan penyeduhan; pilihannya tidak terbatas pada matcha maupun rasa pahit kuat.
  • Sencha, matcha, gyokuro, kabusecha, bancha, dan kukicha menawarkan profil teh hijau berbeda, dari segar dan ringan hingga umami kuat, gurih, serta kompleks.
  • Hojicha, genmaicha, wakocha, dan mugicha menonjol lewat aroma panggang, beras, buah, madu, atau barley; mugicha bahkan dibuat dari jelai, bukan daun teh.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kalau mendengar teh Jepang, mungkin yang langsung terbayang adalah matcha dengan warna hijaunya yang khas. Padahal, Jepang punya banyak jenis teh dengan rasa dan aroma yang berbeda, mulai dari yang segar dan ringan sampai yang punya aroma panggang kuat. Menariknya, perbedaan tersebut juga dipengaruhi oleh cara teh ditanam, diproses, hingga diseduh.

Teh Jepang gak melulu soal matcha atau rasa pahit yang kuat, lho. Ada sencha yang terasa segar, genmaicha dengan aroma beras sangrai, sampai hojicha yang punya wangi panggang khas dan rasa lebih lembut. Kalau selama ini baru kenal matcha, yuk kenalan lebih jauh dengan sepuluh jenis teh Jepang populer dan karakter rasanya masing-masing!

  1. 1. Sencha, teh hijau yang paling umum diminum di Jepang

    ilustrasi membuat teh hijau sencha
    ilustrasi membuat teh hijau sencha (pixabay.com/mirkostoedter)

    Saat membahas tentang teh Jepang yang paling banyak dijumpai, sencha bisa dibilang salah satu yang utama. Teh hijau ini berasal dari daun teh yang dikukus untuk menghentikan proses oksidasi, lalu digulung dan dikeringkan. Hasilnya adalah seduhan berwarna hijau kekuningan dengan aroma segar dan rasa sedikit sepat.

    Sencha biasanya memiliki kombinasi rasa umami, manis ringan, dan sedikit pahit yang membuat karakternya terasa unik. Tingkat rasa ini bisa bervariasi tergantung pada daerah asal, waktu panen, serta metode penyeduhannya. Dengan rasa yang terbilang seimbang, sencha sangat cocok bagi kamu yang ingin mencoba teh Jepang tanpa langsung memilih rasa yang terlalu kuat.

  2. 2. Matcha, teh bubuk dengan rasa yang intens

    ilustrasi matcha grade
    ilustrasi matcha grade (freepik.com/freepik)

    Matcha tampaknya menjadi salah satu jenis teh Jepang yang paling terkenal di luar Jepang, terutama setelah muncul di berbagai menu dessert dan minuman modern. Berbeda dari teh seduh biasa, matcha dibuat dari daun teh yang dibudidayakan dengan metode khusus lalu digiling menjadi bubuk halus. Karena keseluruhan bubuknya dikonsumsi, rasanya jadi lebih kuat dengan karakter umami yang dominan.

    Aromanya khas, sedangkan rasa pahitnya sering kali berpadu dengan sensasi gurih dan sedikit manis. Matcha yang berkualitas tinggi juga dapat terasa lebih halus tanpa hanya sekadar pahit seperti yang sering kali dibayangkan. Jadi, kalau selama ini kamu mengenal matcha hanya dari latte atau es krim, sebenarnya karakter aslinya jauh lebih kompleks, lho.

  3. 3. Hojicha, teh panggang dengan aroma yang menenangkan

    ilustrasi hojicha
    ilustrasi hojicha (commons.wikimedia.org/myself)

    Bagi yang tidak terlalu suka dengan cita rasa teh hijau yang cenderung segar dan sedikit sepat, hojicha bisa menjadi alternatif yang menarik. Teh ini dihasilkan melalui proses pemanggangan daun teh sehingga menghasilkan warna seduhan cokelat kemerahan serta memberikan aroma panggang yang cukup kuat. Metode pemanggangan ini juga menjadikan rasa hojicha lebih ringan dancenderung minim rasa sepat.

    Aromanya mirip dengan aroma kacang panggang dengan sensasi hangat yang nyaman saat diminum. Dengan karakter rasa yang lebih lembut, hojicha sering kali dianggap cocok dinikmati setelah makan atau ketika ingin bersantai dengan teh. Nah, hojicha juga menarik karena proses pemanggangan membuatnya punya karakter yang benar-benar berbeda dari kebanyakan teh hijau Jepang.

  4. 4. Genmaicha, perpaduan teh hijau dengan beras panggang

    ilustrasi genmaicha
    ilustrasi genmaicha (commons.wikimedia.org/Kyd)

    Pernah membayangkan teh hijau dengan aroma seperti nasi atau popcorn panggang? Itulah yang membuat genmaicha mudah dikenali karena teh ini adalah kombinasi antara teh hijau dan beras yang telah dipanggang. Perpaduan ini menghasilkan aroma gurih serta rasa panggang yang cukup kuat.

    Umumnya, rasa pahit atau sepat dari teh hijau menjadi lebih ringan ketika digabungkan dengan karakter beras yang sudah dipanggang. Seduhannya pun menghadirkan sensasi unik, terutama buat kamu yang menyukai minuman dengan aroma nutty dan gurih. Gak heran kalau genmaicha sering dipilih oleh orang-orang yang ingin mencoba teh Jepang dengan cita rasa yang sedikit berbeda.

  5. 5. Gyokuro, teh hijau dengan rasa umami yang kuat

    ilustrasi gyokuro
    ilustrasi gyokuro (commons.wikimedia.org/Rama)

    Gyokuro merupakan jenis teh hijau asal Jepang yang dikenal punya kualitas tinggi dan metode budidaya yang cukup khas. Tanaman teh ini dilindungi sebelum dipetik sehingga perubahan dalam komposisi daunnya menghasilkan rasa yang lebih dalam dan kaya. Oleh karena itu, gyokuro dikenal memiliki cita rasa umami yang kuat, aroma yang lembut, serta sedikit rasa manis.

    Metode penyeduhan juga umumnya lebih diperhatikan agar karakteristik dari daunnya dapat ditonjolkan dengan baik. Suhu air yang digunakan cenderung lebih rendah dibandingkan saat menyeduh teh hijau biasa. Hasilnya, kamu akan mendapatkan seduhan yang terasa lembut, gurih, dan kompleks, bukan hanya sekadar pahit, lho.

  6. 6. Kabusecha, teh yang berada di antara sencha dan gyokuro

    ilustrasi kabusecha
    ilustrasi kabusecha (commons.wikimedia.org/Shizuha)

    Apabila sencha terasa terlalu biasa sedangkan gyokuro terlalu kuat, maka kabusecha menawarkan keseimbangan yang menarik di antara keduanya. Daun teh kabusecha juga dilindungi sebelum masa panen, tetapi periode peneduhannya biasanya lebih singkat dibandingkan gyokuro. Proses ini membantu menghasilkan cita rasa umami yang lebih jelas dibandingkan sencha.

    Karakter rasanya tetap segar seperti teh hijau, namun dengan nuansa gurih yang lebih dominan. Aromanya pun cenderung lembut sehingga tidak terlalu tajam saat diseduh. Dengan demikian, kabusecha bisa menjadi pilihan yang menarik kalau kamu ingin menjelajahi teh Jepang dengan cita rasa yang lebih kaya tanpa langsung masuk ke karakter gyokuro.

  7. 7. Bancha, teh sehari-hari yang lebih ringan

    ilustrasi bancha
    ilustrasi bancha (magnific.com/wirestock)

    Bancha umumnya diolah dari daun teh yang dipetik setelah daun yang digunakan untuk sencha. Akibatnya, profil rasa cenderung lebih lembut dengan tingkat kesegaran dan rasa sepat yang berbeda dibandingkan sencha. Teh ini juga sering dikaitkan dengan konsumsi sehari-hari di Jepang.

    Rasa seduhannya tampak sederhana, ringan, dan gak terlalu kompleks di mulut. Buat kamu yang menyukai teh tanpa harus memikirkan beragam lapisan rasanya, bancha dapat terasa lebih familiar. Sederhana bukan berarti membosankan, karena justru kesederhanaan itulah yang membuatnya mudah dinikmati kapan saja.

  8. 8. Kukicha, teh dari batang dan tangkai daun

    ilustrasi kukicha
    ilustrasi kukicha (commons.wikimedia.org/Rama)

    Kukicha memiliki ciri unik yang langsung terlihat dari bahan yang digunakan, sebab teh ini banyak memanfaatkan tangkai dan batang dari tanaman teh. Bagian ini memberikan karakter rasa yang berbeda dibandingkan teh yang lebih banyak menggunakan helaian daun. Seduhannya biasanya terasa ringan dengan aroma segar dan sedikit rasa manis.

    Karena memanfaatkan bagian tanaman yang berbeda, kukicha menawarkan sensasi yang cukup khas saat diminum. Rasa teh ini cenderung tidak sekuat teh hijau yang menggunakan daun lebih dominan sehingga bisa menjadi pilihan bagi pecinta teh yang lebih ringan. Kalau biasanya kamu hanya mengenal teh dari daun, kukicha menunjukkan bahwa bagian batang pun mampu menghasilkan seduhan yang menarik, lho.

  9. 9. Wakocha, teh hitam yang ditanam di Jepang

    ilustrasi wakocha
    ilustrasi wakocha (magnific.com/magnific)

    Gak semua teh Jepang identik dengan warna hijau, lho. Jepang juga punya wakocha, yaitu teh hitam yang dibuat dari tanaman teh yang dibudidayakan di Jepang. Karena daunnya mengalami oksidasi lebih lanjut, warna seduhannya jadi lebih gelap dengan rasa yang berbeda dari teh hijau, mulai dari manis, lembut, fruity, sampai punya sedikit aroma seperti madu.

    Wakocha juga menarik karena karakter rasanya sering terasa lebih ringan dibandingkan sejumlah teh hitam dari negara lain. Buat pencinta black tea yang ingin mencoba sesuatu dari Jepang, jenis teh ini layak masuk daftar eksplorasi. Jadi, kalau selama ini Jepang selalu identik dengan teh hijau, wakocha bisa sedikit mengubah pandangan itu.

  10. 10. Mugicha, teh barley panggang yang populer saat musim panas

    ilustrasi mugicha
    ilustrasi mugicha (commons.wikimedia.org/국립국어원)

    Mugicha sebenarnya bukan teh dari daun tanaman teh, melainkan minuman yang dibuat dari biji barley atau jelai yang dipanggang kemudian diseduh. Karena itulah, rasanya berbeda jauh dari sencha, matcha, atau gyokuro dengan aroma panggang yang lebih dominan. Seduhannya biasanya memiliki rasa ringan, sedikit nutty, dan aroma khas barley panggang.

    Mugicha cukup populer sebagai minuman sehari-hari di Jepang dan sering diminum dalam keadaan dingin, apalagi saat cuaca lagi panas. Rasanya ringan dengan aroma barley panggang yang khas, jadi enak diminum berkali-kali tanpa terasa bikin enek. Nah, uniknya, minuman yang disebut “teh” di Jepang gak selalu dibuat dari daun teh seperti mugicha ini.

    Dari sencha yang segar sampai mugicha yang ringan, teh Jepang punya banyak pilihan dengan karakter rasa dan aroma yang berbeda. Setiap jenisnya punya cara sendiri untuk dinikmati, jadi gak harus selalu matcha kalau ingin mencoba teh khas Jepang. Nah, kira-kira dari sepuluh jenis tadi, mana yang paling bikin kamu penasaran untuk dicoba?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More