Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Rebranding, Kafe Bromo Sheraton Surabaya Hadirkan Cita Rasa Khas Jawa Timur

Rebranding, Kafe Bromo Sheraton Surabaya Hadirkan Cita Rasa Khas Jawa Timur
Potret menu di Kafe Bromo Sheraton Surabaya (IDN Times/Fina Wahibatun Nisa)
  • Kafe Bromo Sheraton Surabaya memperkenalkan identitas “The Soul of East Java”, menghadirkan sekitar 55 menu untuk merangkum keragaman kuliner Jawa Timur.
  • Logo baru terinspirasi bunga Edelweis, Gunung Bromo, sembilan gunung, dan Kayon, sebagai simbol alam serta budaya Jawa Timur.
  • Menu dari Mataraman hingga Madura disajikan melalui konsep Elevated East Java Cuisine, memadukan resep tradisional, teknik modern, bahan berkualitas, dan pemasok lokal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Mengenal Jawa Timur tidak cukup hanya dengan mengunjungi satu kota saja. Setiap kawasan memiliki karakter kuliner, bahan, teknik memasak, hingga tradisi yang berbeda-beda. Dari Mataraman, Tapal Kuda, Arek, Pesisir Pantura, hingga Pulau Madura, semuanya membentuk identitas kuliner Jawa Timur yang begitu beragam.

Keragaman tersebut kini coba dihadirkan dalam satu meja makan melalui Kafe Bromo, restoran di Sheraton Surabaya Hotel & Towers. Kafe Bromo memperkenalkan identitas baru bertajuk "The Soul of East Java," sekaligus menghadirkan sekitar 55 menu yang merepresentasikan kekayaan kuliner Jawa Timur.

Transformasi ini tidak hanya menghadirkan pembaruan pada sajian, tetapi juga membawa cerita budaya Jawa Timur melalui pengalaman bersantap. Bahkan, identitas baru tersebut turut diwujudkan melalui logo Kafe Bromo yang memiliki filosofi berkaitan dengan alam dan budaya Jawa Timur.

  1. 1. Logo baru Kafe Bromo terinspirasi dari bunga Edelweis

    Potret logo baru Kafe Bromo
    Potret logo baru Kafe Bromo (dok. Sheraton Surabaya Hotel & Towers)

    Perubahan identitas Kafe Bromo terlihat dari logo barunya yang terinspirasi dari bunga Edelweis. Bunga yang identik dengan kawasan pegunungan tersebut dipilih sebagai simbol keabadian sekaligus keindahan alam Jawa Timur.

    Di bagian tengah logo terdapat satu titik bulat yang dikelilingi sembilan putik bunga. Elemen tersebut merepresentasikan Gunung Bromo yang dikelilingi sembilan gunung lainnya di Jawa Timur.

    Sementara itu, bentuk segitiga pada setiap putik terinspirasi dari siluet Kayon dalam pewayangan. Dalam filosofi tersebut, Kayon merepresentasikan gunung, sekaligus pohon kehidupan yang menggambarkan hubungan manusia dengan alam semesta.

    Dengan demikian, logo baru tersebut tidak sekadar menjadi pembaharuan visual, tetapi juga menjadi bagian dari upaya Kafe Bromo untuk memperkuat identitasnya sebagai restoran yang membawa karakter Jawa Timur.

    Menurut Multi-Property General Manager Sheraton Surabaya Hotel & Towers, Reza Aryawarman, transformasi ini menjadi langkah baru bagi Kafe Bromo setelah lebih dari tiga dekade menjadi bagian dari perjalanan kuliner masyarakat Surabaya dan Jawa Timur.

    "Hari ini kami membuka babak baru dengan identitas yang semakin mencerminkan karakter Jawa Timur, sekaligus memperkuat komitmen kami dalam menghadirkan pengalaman kuliner yang autentik, berkualitas, dan berstandar internasional," ujarnya di Sheraton Hotel Surabaya, Jumat (28/8/2026).

  2. 2. Ada sekitar 55 menu yang mewakili kuliner Jawa Timur

    Potret menu di Kafe Bromo Sheraton Surabaya
    Potret menu di Kafe Bromo Sheraton Surabaya (IDN Times/Fina Wahibatun Nisa)

    Salah satu bagian utama dari transformasi Kafe Bromo adalah menghadirkan sekitar 55 menu yang merepresentasikan kekayaan kuliner Jawa Timur. Pengunjung dapat menemukan sejumlah makanan yang sudah sangat lekat dengan identitas daerahnya, seperti Rujak Cingur, Pecel Madiun, Rawon Surabaya, Ayam Lodho Trenggalek, dan Bebek Madura.

    Selain makanan utama, Kafe Bromo juga menghadirkan beragam jajanan tradisional Jawa Timur. Salah satunya Wingko Brulee, yang menjadi interpretasi modern dari jajanan tradisional yang sudah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia.

  3. 3. Dari Mataraman hingga Madura

    Potret menu di Kafe Bromo Sheraton Surabaya
    Potret menu di Kafe Bromo Sheraton Surabaya (IDN Times/Fina Wahibatun Nisa)

    Perjalanan kuliner di Kafe Bromo dimulai dari kawasan Mataraman, yang berada di bagian barat Jawa Timur, mencakup wilayah seperti Kediri hingga Madiun. Kawasan ini memiliki karakter kuliner tersendiri yang tercermin dalam sejumlah sajian tradisional, termasuk Pecel Madiun.

    Selanjutnya ada kawasan Arek yang mencakup kuliner khas Surabaya hingga Malang. Rujak Cingur dan Rawon Surabaya menjadi beberapa sajian yang membawa karakter kuliner kawasan ini ke meja makan.

    Perjalanan kemudian berlanjut menuju ke kawasan Tapal Kuda, yang membentang dari Pasuruan hingga Banyuwangi. Kawasan ini dikenal memiliki keragaman budaya dan tradisi yang turut memengaruhi kulinernya.

    Ada pula kawasan Pesisir Pantura di bagian utara Jawa Timur yang memiliki kekayaan kuliner berbasis hasil laut dan karakter masakan pesisir. Terakhir, pengunjung dapat mencicipi cita rasa dari Pulau Madura melalui berbagai sajian, salah satunya Bebek Madura.

  4. 4. Tradisi tetap dipertahankan, tetapi disajikan lebih modern

    Potret menu di Kafe Bromo Sheraton Surabaya (IDN Times/Fina Wahibatun Nisa)
    Potret menu di Kafe Bromo Sheraton Surabaya (IDN Times/Fina Wahibatun Nisa)

    Meski membawa makanan tradisional, Kafe Bromo tidak sekadar menyajikan kembali resep lama. Konsep yang diusung adalah Elevated East Java Cuisine, yakni mengangkat makanan tradisional dengan teknik memasak modern, bahan berkualitas, serta standar penyajian hotel internasional.

    Executive Chef Sheraton Surabaya Hotel & Towers, Husain Shahab, menjelaskan pendekatan tersebut dilakukan untuk mempertahankan karakter asli masakan Jawa Timur, sekaligus memberikan pengalaman bersantap yang lebih modern.

    "Di Kafe Bromo, kami menghadirkan konsep Elevated East Java Cuisine, menghormati resep-resep yang diwariskan secara turun-temurun, kemudian menyempurnakannya melalui teknik memasak modern, kualitas bahan terbaik, dan standar hotel internasional. Kami ingin setiap hidangan tetap memiliki karakter Jawa Timur yang kuat, tetapi hadir dalam pengalaman yang lebih elegan dan berkelas," ujar Husain.

    Salah satu contoh penerapan konsep tersebut dapat dilihat dari Rujak Cingur. Hidangan khas Jawa Timur ini tetap dibuat menggunakan elemen-elemen tradisional, tetapi pemilihan bahan dan proses pengolahannya diperhatikan secara lebih detail.

    Cingur sapi dimasak secara perlahan hingga mendapatkan tekstur yang lembut. Sementara itu, sayuran, buah, lontong, tahu, dan tempe dipilih untuk menjaga kesegaran setiap komponen dalam sajian.

    Bagian yang tidak kalah penting adalah bumbu petis. Sebagai salah satu elemen utama Rujak Cingur, bumbu tersebut dibuat menggunakan perpaduan bahan pilihan dari pesisir Jawa Timur, kacang tanah, gula merah, cabai, bawang putih, serta pisang klutuk yang diulek hingga menghasilkan cita rasa yang kaya dan kompleks. Pendekatan ini juga mendukung penggunaan produk dari petani, produsen, dan pemasok lokal Jawa Timur.

    Potret suasana Kafe Bromo Sheraton Surabaya
    Potret suasana Kafe Bromo Sheraton Surabaya (IDN Times/Fina Wahibatun Nisa)

    Bagi masyarakat Surabaya maupun wisatawan yang ingin mengenal kuliner Jawa Timur dalam satu pengalaman, rangkaian menu ini dapat menjadi cara untuk mencicipi berbagai karakter masakan dari sejumlah wilayah tanpa harus melakukan perjalanan kuliner lintas kota.

    Pengalaman bersantap tersebut dapat dinikmati di Kafe Bromo, Sheraton Surabaya Hotel & Towers, dengan harga mulai dari Rp528 ribu (belum termasuk pajak). Kafe Bromo juga menghadirkan penawaran Buy 1 Get 1 bagi tamu yang ingin mencoba rangkaian kuliner tersebut.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More