ilustrasi roti sourdough ketika dibelah (unsplash.com/Vicky Ng)
Roti biasa menggunakan ragi komersial untuk proses fermentasi. Meski lebih efisien dalam mengembangkan adonan, ragi tersebut gak memiliki mikroorganisme yang beragam seperti yang ada di dalam sourdough. Selain itu, roti biasa juga terbuat dari tepung olahan yang memiliki kadar glikemiks lebih tinggi. Sourdough di sisi lain, merupakan jenis roti yang lebih sehat. Lagi-lagi rahasianya terdapat pada proses fermentasi alaminya yang melibatkan ragi liar.
Fermentasi menurunkan indeks glikemiks roti jadi lebih rendah. Alhasil ketika dikonsumsi pun, roti sourdough gak akan menyebabkan lonjakan kadar gula darah. Selain itu, proses fermentasi juga membantu melepaskan zat besi, seng, dan magnesium pada tepung sehingga lebih mudah diserap tubuh. Sayangnya roti ini tetap gak aman untuk mereka yang menderita intoleransi gluten atau penyakit celiac. Pasalnya proses fermentasi hanya mampu mengurangi kadar gluten pada tepung, bukan menghilangkan gluten sepenuhnya.
Buat yang belum terbiasa mengonsumsi sourdough, roti ini mungkin terasa sedikit aneh. Namun jika kamu mau konsumsi roti yang lebih sehat, sourdough jelas merupakan pilihan yang tepat. Selain itu kamu juga bisa lho bikin sourdough sendiri di rumah. Prosesnya memang sedikit rumit dan panjang, tapi sekali kamu berhasil membuatnya, kamu pasti bakalan ketagihan untuk mengonsumsi roti satu ini.