Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Tips Memilih Jagung yang Manis dan Berkualitas, Cukup Mudah!

4 Tips Memilih Jagung yang Manis dan Berkualitas, Cukup Mudah!
ilustrasi jagung (unsplash.com/Wouter Supardi Salari)
  • Pilih jagung berkulit hijau cerah, lembap, dan masih menutup rapat tongkol; hindari kulit kering, kecokelatan, robek, atau longgar.
  • Periksa rambut jagung yang sebaiknya cokelat muda hingga kecokelatan, sedikit lengket, dan lembap; rambut kering, hitam, atau rontok menandakan kesegaran menurun.
  • Tekan biji melalui kulit untuk memastikan kondisinya penuh, padat, dan kenyal, lalu pilih tongkol padat berukuran sedang agar rasa lebih manis dan teksturnya lembut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jagung merupakan salah satu bahan makanan yang sering diolah menjadi berbagai hidangan, mulai dari camilan hingga menu utama. Rasa manis dan tekstur jagung sebetulnya sangat dipengaruhi oleh kesegaran yang dimilikinya, sehingga pemilihan merupakan langkah yang penting.

Banyak orang mungkin masih keliru ketika membeli jagung karena hanya melihat ukuran atau harga tanpa memperhatikan cirinya secara keseluruhan. Berikut ini merupakan beberapa tips penting dalam memilih jagung manis dan segar agar hasil masakan yang diolah pun akan terasa lebih lezat.

  1. 1. Perhatikan warna dan kondisi kulit jagung

    Ilustrasi beberapa tongkol jagung berwarna kuning dengan biji tersusun rapat, sebagai gambaran komoditas pangan.
    ilustrasi jagung (unsplash.com/engin akyurt)

    Kulit jagung yang segar pada umumnya berwarna hijau cerah dan terasa lembab ketika disentuh, sehingga menandakan jagungnya baru saja dipanen. Sebaiknya hindari penggunaan jagung dengan kulit yang kering, kecoklatan, hingga robek karena kondisi tersebut menunjukkan jagung sudah terlalu lama disimpan.

    Bukan hanya warna, namun pastikan pula kulit jagung masih menutup rapat bagian tongkolnya untuk menandakan kesegaranya. Kulit yang terbuka atau terlalu longgar akan membuat biji jagung menjadi lebih cepat kehilangan kelembaban dan rasa manis alaminya.

  2. 2. Cek rambut jagung

    Butiran jagung kuning memenuhi permukaan sebagai ilustrasi bahan pangan dan komoditas hasil pertanian.
    ilustrasi jagung (unsplash.com/engin akyurt)

    Rambut jagung yang segar biasanya akan berwarna coklat muda hingga kecoklatan dan terasa sedikit lengket. Rambut yang kondisinya masih lembab menandakan bahwa jagung tersebut memang belum lama dipetik dan kondisi bijinya masih sangat baik.

    Sebaliknya, jika kamu menemukan rambut jagung yang sudah kering, hitam, atau sudah rontok, maka menandakan bahwa jagung tersebut sudah tidak segar lagi. Kondisi tersebut sering berbanding lurus dengan tekstur biji yang keras dan rasa yang kurang manis.

  3. 3. Tekan biji jagung secara perlahan

    Ilustrasi jagung dengan biji kuning tersusun rapat pada tongkol sebagai visual artikel seputar pangan atau pertanian.
    ilustrasi jagung (unsplash.com/Doğan Alpaslan DEMİR)

    Sebaiknya kamu dapat menekan biji jagung melalui kulitnya untuk memastikan bahwa biji tersebut memang masih terasa penuh dan padat. Biji yang kenyal dan rapat menunjukkan bahwa kadar air yang masih tinggi, sehingga rasa manis di dalamnya pun akan tetap terjaga dengan baik.

    Jika biji terasa kempes atau tidak merata, maka kemungkinan jagungnya sudah kehilangan kesegaran dan kualitasnya pun sudah menurun. Jagung dengan kondisi seperti ini biasanya akan menghasilkan rasa yang cenderung hambar pada saat dimasak, sehingga sebaiknya dapat dihindari.

  4. 4. Pilih jagung dengan ukuran sedang dan tongkol yang padat

    Ilustrasi jagung kuning dengan biji tersusun rapat pada tongkol, digunakan sebagai bahan pangan dan pakan.
    ilustarsi jagung (pexels.com/Daniel Dan)

    Jagung dengan ukuran sedang pada umumnya akan terasa lebih manis jika dibandingkan dengan jagung yang ukurannya terlalu besar. Tongkol yang padat menandakan bahwa pertumbuhan bijinya merata dan sempurna, sehingga cocok apabila kamu pilih dan olah menjadi masakan.

    Jagung yang ukurannya terlalu besar kerap kali memiliki biji yang lebih keras karena memang sudah terlalu tua. Dengan ukuran yang tepat, maka hasil masakan pun akan terasa lebih lembut dan nikmat, sehingga tidak akan gagal ketika disajikan.

    Memilih jagung yang manis dan segar bukanlah hal sulit jika mengetahui ciri-ciri dasarnya. Justru dengan menerapkan tips di atas, maka kamu bisa memastikan kualitas jagung tetap segar sebelum dikonsumsi. Jagung segar akan membuat cita rasa masakan pun menjadi lebih lezat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More