Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Bumbu Dapur Khas Korea yang Bikin Masakan Makin Autentik, Ada Gochujang!

3 min read
5 Bumbu Dapur Khas Korea yang Bikin Masakan Makin Autentik, Ada Gochujang!
ilustrasi semangkuk bibimbap dengan saus gochujang (unsplash.com/rawkkim)
  • Gochugaru, cabai kering halus atau kasar, memberi rasa pedas dan warna merah pada masakan, termasuk kimchi serta bahan pasta cabai.
  • Gochujang dan doenjang adalah pasta fermentasi: gochujang bercita rasa gurih, pedas, sedikit manis; doenjang memberi rasa asin dan umami untuk sup, jjigae, saus, serta barbeque.
  • Ganjang berfungsi sebagai kecap asin untuk memasak, marinasi, dan kaldu, sedangkan chamgireun dari wijen panggang menambah aroma kuat serta sentuhan akhir hidangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kuliner Korea Selatan dikenal dengan tampilan yang menggugah selera dan rasa yang khas. Nah aneka rasa ini tentu saja gak muncul dengan sendirinya. Sama seperti di Indonesia, orang Korea Selatan juga menggunakan sejumlah bumbu untuk menambahkan rasa pada masakan mereka. 

Beberapa bumbu digunakan untuk memberikan rasa pedas, sedangkan yang lain digunakan untuk menambahkan aroma pada masakan. Lantas bumbu apa saja yang mereka gunakan saat memasak? Berikut beberapa bumbu dapur khas Korea yang bikin cita rasa makanan jadi semakin autentik!

  1. 1. Gochugaru

    ilustrasi gochugaru atau bubuk cabai Korea
    ilustrasi gochugaru atau bubuk cabai Korea (magnific.com/Magnific)

    Sama seperti orang Indonesia, orang Korea juga suka pedas. Namun alih-alih menggunakan cabai merah atau cabai rawit segar seperti kita, orang Korea lebih suka menggunakan gochugaru. Gochugaru sendiri sebenarnya adalah cabai kering yang sudah dihaluskan dengan berbagai tingkatan.

    Gochugaru yang serpihannya agak kasar biasanya digunakan untuk membuat kimchi, sedangkan bubuk cabai yang halus digunakan untuk aneka bahan masakan atau pembuatan pasta cabai. Bisa dibilang, gochugaru ini sangat penting dalam masakan. Bukan hanya menambahkan rasa pedas, tetapi juga memberikan warna merah dan membuat tampilan masakan jadi terlihat semakin menggugah selera.

  2. 2. Gochujang

    ilustrasi gochujang atau pasta cabai
    ilustrasi gochujang atau pasta cabai (unsplash.com/Nathan Dumlao)

    Selain gochugaru, orang Korea juga menggunakan pasta cabai atau yang dikenal dengan nama gochujang. Buat kamu yang suka nonton drama atau acara masak Korea, kamu pasti udah gak asing lagi dengan bumbu dapur yang satu ini. Pasalnya banyak sekali hidangan Korea yang menggunakan gochujang sebagai bahannya. Mulai dari kimchi jjigae hingga street food seperti tteokbokki juga menggunakan gochujang sebagai salah satu bahan utamanya.

    Meski namanya pasta cabai, gochujang sendiri gak terbuat dari seratus persen cabai segar. Mereka menggunakan gochugaru, kedelai yang sudah difermentasi, beras ketan, dan garam untuk membuat gochujang. Semua bahan dicampur, lalu difermentasi selama berbulan-bulan sehingga menghasilkan pasta cabai yang kental dengan rasa gurih, pedas, dan sedikit manis.

  3. 3. Doenjang

    doenjang atau pasta kedelai fermentasi
    doenjang atau pasta kedelai fermentasi (krdicmedia.korean.go.kr)

    Jika Jepang punya miso, maka Korea Selatan memiliki doenjang. Doenjang merupakan pasta kedelai yang difermentasi dengan air garam selama berbulan-bulan. Mengingat proses fermentasi yang lama, doenjang memiliki rasa pedas lebih kuat dan asin, dengan tambahan cita rasa umami yang kuat. Di Korea Selatan, doenjang selalu ada di dapur.

    Gak dikonsumsi begitu aja, doenjang biasanya ditambahkan sebagai bumbu berbagai hidangan. Mulai dari bumbu untuk berbagai jenis sup hingga jjigae atau semur khas Korea. Selain hidangan berkuah, mereka juga kerap menambahkan doenjang untuk saus yang disajikan dengan ssamjang atau daging barbeque ala Korea.

  4. 4. Ganjang

    ilustrasi ganjang atau kecap asin Korea
    ilustrasi ganjang atau kecap asin Korea (unsplash.com/GoodEats YQR)

    Ganjang pada dasarnya adalah kecap asin Korea. Terbuat dari fermentasi kedelai dan penyaringan doenjang, ganjang memiliki rasa yang lebih ringan dan asin dengan sedikit rasa manis. Di Korea, orang kerap menggunakan ganjang sebagai pengganti garam.

    Gak hanya dijadikan bumbu memasak, ganjang juga kerap digunakan sebagai bumbu marinasi, ditambahkan pada sayuran, hingga saus cocolan. Selain kecap yang memiliki rasa asin, ganjang juga memiliki versi kecap manis yang dikenal dengan nama jinganjang. Selain itu, ada juga gukganjang yang sering digunakan untuk melengkapi rasa kaldu dalam pembuatan sup atau semur.

  5. 5. Chamgireun

    ilustrasi minyak wijen
    ilustrasi minyak wijen (magnific.com/jcomp)

    Jika kamu perhatikan, orang Korea Selatan suka sekali menambahkan biji wijen sebagai taburan untuk hidangan mereka. Gak hanya bijinya, mereka juga menambahkan chamgireun alias minyak wijen. Bukan minyak wijen biasa, chamgireun adalah minyak yang terbuat dari biji wijen panggang.

    Aromanya khas dan kuat, serta sering digunakan untuk mengimbangi rasa gochujang. Penggunaan minyak wijen pada makanan sendiri sudah dilakukan sejak lama di Korea. Biasanya minyak wijen ditambahkan pada sup atau sebagai sentuhan akhir sebelum masakan dihidangkan.

    Buat kamu yang pengen belajar masakan Korea, kamu wajib mengenal beberapa bumbu di atas. Pasalnya mayoritas hidangan Korea menggunakan perpaduan bumbu-bumbu ini sebagai bahan utamanya. Kabar baiknya, sekarang banyak supermarket di Indonesia yang menjual bumbu untuk masakan Korea. Jadi gak perlu lagi deh jauh-jauh terbang ke negara asalnya untuk mendapatkannya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More