Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Dessert Khas Amerika Latin yang Manisnya Pas di Lidah, Tertarik Mencoba?
ilustrasi flan (commons.wikimedia.org/Tamorlan)
  • Artikel menyoroti kekayaan dessert khas Amerika Latin yang menawarkan keseimbangan rasa susu, karamel, dan mentega dengan tekstur unik di tiap negara.
  • Lima dessert populer seperti tres leches cake, flan, alfajores, chocotorta, dan suspiro limeño menggambarkan variasi teknik serta cita rasa manis yang tidak berlebihan.
  • Keberagaman dessert ini menunjukkan sisi lain kuliner Amerika Latin yang tak kalah menarik dari hidangan utamanya dan menjadi daya tarik bagi pencinta makanan manis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Amerika Latin tidak hanya memiliki deretan hidangan gurih yang mendunia, tetapi juga menyimpan banyak dessert dengan karakter rasa yang mudah disukai. Berbeda dari anggapan bahwa dessert yang selalu terasa sangat manis, banyak hidangan penutup khas kawasan ini justru menawarkan perpaduan rasa susu, karamel, dan mentega yang lebih seimbang.

Menariknya, setiap dessert memiliki ciri khas yang berbeda, baik dari teknik pembuatannya maupun tekstur yang dihasilkan. Jika ingin mengenal sisi manis kuliner Amerika Latin, lima dessert berikut menjadi pilihan yang tidak boleh dilewatkan.

1. Tres leches cake memikat lewat bolu yang lembut dan kaya rasa susu

ilustrasi tres leches cake (commons.wikimedia.org/Hungry Dudes)

Sekilas, tres leches cake memang tampak seperti sponge cake biasa yang diberi lapisan whipped cream. Namun, keistimewaannya baru terasa saat kue dipotong. Bagian dalam bolu tampak sangat lembap karena telah menyerap campuran tiga jenis susu, yaitu susu evaporasi, susu kental manis, dan heavy cream atau susu cair. Proses tersebut membuat setiap gigitan terasa lembut tanpa membuat bolunya berubah menjadi lembek atau mudah hancur.

Setelah susu meresap sempurna, permukaan kue biasanya dihias dengan whipped cream, taburan kayu manis, atau potongan buah segar seperti stroberi. Tres leches cake hampir selalu disajikan dalam keadaan dingin karena teksturnya terasa lebih nikmat sekaligus menyegarkan.

Dessert ini sangat populer di Meksiko, Nikaragua, hingga Venezuela dan kerap hadir dalam pesta ulang tahun maupun perayaan keluarga. Cita rasa susunya yang dominan membuat tres leches cake mudah diterima, bahkan bagi orang yang tidak terlalu menyukai dessert dengan rasa manis yang berlebihan.

2. Flan menawarkan kelembutan custard dengan sentuhan karamel yang seimbang

ilustrasi flan (commons.wikimedia.org/Obsidian Soul)

Flan menjadi salah satu dessert yang hampir selalu masuk ke dalam daftar hidangan penutup di restoran Amerika Latin. Tampilannya sederhana, hanya berupa custard berwarna kuning pucat dengan siraman saus karamel mengilap di bagian atas. Meski begitu, membuat flan dengan tekstur yang benar-benar halus membutuhkan proses yang tidak singkat. Adonan telur, susu, gula, dan vanila dipanggang menggunakan teknik water bath agar matang perlahan tanpa menghasilkan rongga-rongga udara di dalam custard.

Saat disantap, hal pertama yang terasa adalah teksturnya yang lembut dan nyaris lumer di mulut. Rasa susu yang kaya kemudian diimbangi oleh saus karamel yang memberikan sedikit sentuhan pahit sehingga keseluruhan rasanya tetap seimbang. Di beberapa negara, flan juga diberi tambahan kulit jeruk, kayu manis, atau susu kental manis untuk menghasilkan aroma yang lebih khas. Karena disajikan dingin, dessert ini sering menjadi penutup yang menyegarkan setelah menikmati hidangan utama yang kaya bumbu.

3. Alfajores terkenal berkat perpaduan biskuit rapuh dan dulce de leche

ilustrasi alfajores (commons.wikimedia.org/קרלוס הגדול)

Bagi masyarakat Argentina, alfajores bukan sekadar camilan, melainkan salah satu dessert yang paling mudah ditemukan di toko roti maupun kafe. Bentuknya terdiri atas dua keping butter cookies yang lembut, lalu direkatkan menggunakan dulce de leche, selai susu karamel yang menjadi salah satu ikon kuliner Amerika Latin. Bagian pinggirnya sering dilapisi kelapa parut kering, sementara sebagian lainnya dibalut cokelat hitam atau cokelat susu sehingga tampilannya semakin menarik.

Keistimewaan alfajores terletak pada kontras teksturnya. Butter cookies yang rapuh langsung hancur ketika digigit, kemudian berpadu dengan dulce de leche yang lembut dan legit. Perpaduan tersebut menghasilkan rasa yang kaya, tetapi tetap nyaman dinikmati karena aroma mentega pada biskuit membantu menyeimbangkan rasa manis dari isiannya. Tidak heran jika alfajores sering dijadikan oleh-oleh khas dari Argentina maupun Uruguay karena daya tahannya cukup baik dan mudah dibawa bepergian.

4. Chocotorta membuktikan dessert sederhana bisa menjadi hidangan favorit

ilustrasi chocotorta (commons.wikimedia.org/Cooking Tips)

Tidak semua dessert populer membutuhkan teknik yang rumit. Chocotorta menjadi contoh bagaimana bahan-bahan sederhana dapat menghasilkan hidangan penutup yang digemari hampir di seluruh Argentina. Dessert ini dibuat dengan menyusun biskuit cokelat Chocolinas yang telah dicelup sebentar ke dalam susu, kemudian dilapisi campuran dulce de leche dan cream cheese secara bergantian hingga membentuk beberapa lapisan.

Chocotorta kemudian disimpan di dalam lemari es selama beberapa jam agar biskuit menyerap kelembapan dari krim. Hasil akhirnya bukan lagi seperti tumpukan biskuit, melainkan dessert berlapis yang lembut dan mudah dipotong menggunakan sendok. Rasa manis dari dulce de leche juga terasa lebih ringan karena dipadukan dengan cream cheese yang memberikan sedikit sentuhan gurih dan asam. Berkat proses pembuatannya yang praktis tanpa oven, chocotorta masih menjadi salah satu dessert rumahan yang paling sering disajikan saat acara keluarga di Argentina.

5. Suspiro Limeño memadukan krim susu dan meringue dalam satu sajian

suspiro limeño (commons.wikimedia.org/Martin Lang)

Suspiro limeño merupakan dessert tradisional yang berasal dari Lima, Peru. Saat disajikan, lapisan paling bawahnya berupa manjar blanco, yaitu krim susu yang dimasak perlahan hingga berubah menjadi karamel berwarna cokelat muda. Teksturnya kental, lembut, dan kaya rasa susu sehingga sering dibandingkan dengan dulce de leche, meski cita rasa keduanya tidak sepenuhnya sama. Di atas lapisan tersebut, barulah ditambahkan meringue yang dibuat dari putih telur dan sirup gula panas hingga menghasilkan tekstur yang ringan dan halus.

Perbedaan tekstur antara manjar blanco dan meringue menjadi daya tarik utama suspiro limeño. Lapisan bawahnya terasa pekat dan creamy, sedangkan meringue memberikan sensasi yang lebih ringan sehingga dessert ini tidak terasa terlalu berat saat disantap. Taburan bubuk kayu manis di bagian atas juga menambah aroma hangat yang berpadu dengan manisnya karamel susu. Hingga kini, Suspiro Limeño masih menjadi salah satu hidangan penutup yang paling dibanggakan dalam kuliner Peru dan hampir selalu masuk dalam daftar dessert yang wajib dicoba wisatawan.

Setiap negara di Amerika Latin memiliki cara tersendiri dalam menghadirkan hidangan penutup yang menggugah selera. Ada yang mengandalkan kelembutan custard, ada yang menonjolkan perpaduan biskuit dan karamel susu, hingga dessert berlapis dengan tekstur yang kontras dalam satu suapan. Keberagaman tersebut menunjukkan bahwa kuliner Amerika Latin tidak hanya menarik lewat makanan utamanya, tetapi juga menyimpan banyak dessert ikonik yang layak dicicipi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article