Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bukan Musuh Diet, Ternyata 7 Buah Manis Ini Malah Bantu Turunkan Berat

Bukan Musuh Diet, Ternyata 7 Buah Manis Ini Malah Bantu Turunkan Berat
ilustrasi badan fit, healthy body, turun berat badan (magnific.com/cookie_studio)
Intinya Sih
  • Gula alami dalam buah berbeda dari gula tambahan, sehingga konsumsi buah tidak otomatis menyebabkan kenaikan berat badan dan justru mendukung pola makan sehat.
  • Tujuh buah seperti apel, persik, jeruk, stroberi, blueberry, pir, dan semangka mengandung serat tinggi serta kalori rendah yang membantu rasa kenyang lebih lama.
  • Penelitian menunjukkan peningkatan konsumsi buah dan sayur berkaitan dengan penurunan berat badan, terutama pada perempuan, mendukung manfaat buah dalam program diet.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Banyak orang menghindari buah saat sedang menjalani program diet karena khawatir kandungan gulanya bisa membuat berat badan naik. Padahal, anggapan tersebut belum tentu benar karena gula alami dalam buah berbeda dengan gula tambahan yang terdapat pada makanan dan minuman olahan.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), konsumsi gula tambahan secara berlebihan memang berkaitan dengan meningkatnya risiko obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung. Namun, hal itu gak bisa disamakan dengan gula alami yang terdapat pada buah karena buah juga kaya akan serat, vitamin, mineral, dan berbagai zat gizi penting lainnya.

Dokter spesialis gastroenterologi Dr. Will Bulsiewicz bahkan menjelaskan bahwa buah justru dapat membantu proses penurunan berat badan jika dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan yang sehat. Jadi, daripada takut makan buah karena rasanya manis, lebih baik pahami dulu manfaat yang sebenarnya ditawarkan oleh berbagai jenis buah berikut ini.

1. Apel

ilustrasi buah apel
ilustrasi buah apel (pexels.com/Suzy Hazelwood)

Apel sudah lama dikenal sebagai salah satu buah terbaik untuk mendukung program penurunan berat badan. Buah ini mengandung serat larut yang disebut pektin, yaitu serat yang membantu memperlambat proses pencernaan. Efeknya, rasa kenyang bisa bertahan lebih lama sehingga kamu gak gampang tergoda untuk ngemil makanan tinggi kalori di sela waktu makan.

Selain tinggi serat, apel juga mengandung banyak air dengan jumlah kalori yang relatif rendah. Kombinasi tersebut membuat apel mampu mengenyangkan tanpa memberikan asupan energi yang berlebihan. Kamu bisa mengonsumsinya sebagai camilan sore atau tambahan menu sarapan supaya rasa lapar lebih mudah dikendalikan sepanjang hari.

2. Persik

ilustrasi pohon persik atau peach
ilustrasi pohon persik atau peach (pixabay.com/Katharina N.)

Persik menjadi salah satu contoh buah yang secara langsung diperlihatkan oleh Dr. Will Bulsiewicz ketika membahas mitos buah dan kenaikan berat badan. Ia menjelaskan bahwa gak ada alasan untuk menghindari buah hanya karena rasanya manis. Menurutnya, anggapan bahwa buah menyebabkan berat badan naik gak didukung oleh bukti ilmiah yang kuat.

Persik diketahui mengandung serat, vitamin C, serta berbagai antioksidan yang baik untuk tubuh. Kandungan kalorinya juga tergolong rendah sehingga cocok dijadikan camilan sehat atau makanan penutup setelah makan utama. Rasa manis alaminya bahkan bisa membantu mengurangi keinginan mengonsumsi makanan yang mengandung gula tambahan.

3. Jeruk

ilustrasi buah jeruk
ilustrasi buah jeruk (pexels.com/Ryutaro Tsukata)

Jeruk merupakan buah yang kaya akan air dan serat sehingga sangat cocok dikonsumsi saat kamu sedang mengurangi berat badan. Kandungan tersebut membantu membuat perut terasa kenyang lebih lama meskipun jumlah kalorinya gak terlalu tinggi. Selain itu, jeruk juga menjadi sumber vitamin C yang baik untuk membantu menjaga daya tahan tubuh.

Supaya manfaatnya lebih maksimal, sebaiknya konsumsi jeruk dalam bentuk buah utuh daripada dijadikan jus. Proses pembuatan jus dapat mengurangi sebagian kandungan serat yang berperan penting dalam memberikan rasa kenyang. Mengunyah buah secara langsung juga membuat tubuh memiliki waktu lebih banyak untuk mengenali sinyal kenyang.

4. Stroberi

ilustrasi buah stroberi
ilustrasi buah stroberi (pixabay.com/cocoparisienne)

Stroberi memiliki rasa manis yang menyegarkan, tapi kandungan kalorinya relatif rendah. Buah ini juga kaya akan serat yang membantu mengontrol nafsu makan sekaligus menjaga kesehatan sistem pencernaan. Kandungan vitamin C dan antioksidannya pun memberikan manfaat tambahan bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Kamu bisa menambahkan stroberi ke dalam oatmeal, yogurt tanpa gula, atau salad buah sebagai menu sarapan maupun camilan. Cara tersebut membuat makanan terasa lebih lezat tanpa harus menambahkan banyak gula. Selain mengenyangkan, stroberi juga bisa menjadi alternatif camilan sehat ketika keinginan makan makanan manis mulai muncul.

5. Blueberry

ilustrasi buah blueberry
ilustrasi buah blueberry (magnific.com/wirestock)

Blueberry memang berukuran kecil, tapi kandungan gizinya sangat melimpah, lho. Buah ini mengandung serat, vitamin, serta antioksidan yang membantu menjaga kesehatan tubuh selama menjalani program diet. Kandungan kalorinya juga relatif rendah sehingga cocok dijadikan camilan tanpa membuat asupan energi harian melonjak.

Blueberry bisa dikombinasikan dengan yogurt tanpa gula atau oatmeal agar kandungan gizinya semakin lengkap. Perpaduan serat dari buah dan protein dari yogurt dapat membantu rasa kenyang bertahan lebih lama. Selain itu, rasa manis alaminya juga bisa menjadi pengganti camilan tinggi gula tambahan yang sering menggagalkan program penurunan berat badan.

6. Pir

ilustrasi pohon pir
ilustrasi pohon pir (pexels.com/Roman Biernacki)

Pir menjadi salah satu buah yang memiliki kandungan serat cukup tinggi. Serat tersebut diketahui dapat membantu memperlambat pengosongan lambung sehingga kamu gak cepat merasa lapar setelah makan. Kondisi ini tentu menguntungkan jika kamu sedang berusaha mengurangi asupan kalori setiap hari.

Selain kaya serat, pir juga memiliki kandungan air yang cukup tinggi sehingga memberikan rasa kenyang tanpa menyumbang banyak kalori. Kamu bisa mengonsumsinya sebagai camilan di sela aktivitas atau menjadikannya pelengkap salad buah. Teksturnya yang renyah dan rasa manis alaminya membuat pir tetap nikmat dinikmati tanpa tambahan gula.

7. Semangka

Potret buah semangka segar
Potret buah semangka segar (pexels.com/Matheus Bertelli)

Semangka sering dihindari karena rasanya yang manis. Padahal, sebagian besar kandungan buah ini terdiri dari air sehingga jumlah kalorinya relatif rendah jika dikonsumsi dalam porsi yang wajar. Kandungan air tersebut juga membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi sekaligus memberikan rasa kenyang lebih cepat.

Mengonsumsi semangka sebagai camilan bisa menjadi pilihan yang lebih sehat dibandingkan makanan atau minuman manis kemasan. Buah ini memberikan sensasi segar tanpa tambahan gula, pewarna, maupun bahan pengawet. Selama porsinya gak berlebihan, semangka tetap dapat menjadi bagian dari pola makan sehat untuk membantu menjaga berat badan.

Rasa manis pada buah bukan berarti kamu harus menjauhinya saat sedang menjalani program diet. Menurut penjelasan Dr. Will Bulsiewicz, gula alami dalam buah sangat berbeda dengan gula tambahan yang banyak ditemukan pada makanan ultra proses. Buah justru mengandung serat, vitamin, mineral, dan berbagai senyawa bermanfaat yang mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Pendapat tersebut juga didukung oleh bukti ilmiah. Menurut penelitian dalam jurnal Nutrients, peningkatan konsumsi buah dan sayuran berkaitan dengan penurunan berat badan, terutama pada perempuan. Hal ini menunjukkan bahwa menambahkan buah ke dalam pola makan sehat gak menyebabkan kenaikan berat badan, bahkan berpotensi membantu proses penurunannya.

Jadi, kalau selama ini kamu masih takut makan buah karena khawatir berat badan bertambah, mungkin sudah saatnya mengubah pola pikir tersebut. Pilihlah buah segar sebagai camilan harian dan konsumsi dalam porsi yang seimbang. Dengan pola makan yang tepat, olahraga rutin, dan gaya hidup sehat, buah bisa menjadi salah satu teman terbaik untuk mencapai berat badan ideal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More