5 Kekeliruan saat Belanja Bahan Makanan yang Bikin Boros

Setuju gak, kalau sebagian besar penghasilan kita tersedot untuk urusan perut? Makanan memang merupakan kebutuhan pokok. Akan tetapi jika kita dapat lebih bijaksana saat berbelanja bahan makanan, pengeluaran dapat ditekan.
Bukan dengan mengurangi jatah makan dan bikin kita sakit, lho. Namun dengan lebih cermat dan gak kalap ketika membeli bahan makanan. Lebih jelasnya, kelima hal ini wajib dihindari.
1. Memborong sayur dan buah biar semangat bergaya hidup sehat

Tujuan kita baik, hanya saja caranya yang tidak tepat. Agar tubuh lebih sehat, kita memang harus mengonsumsi cukup buah dan sayur setiap harinya. Namun, berapa banyak buah dan sayur yang dapat kita makan?
Kita gak perlu membelinya terlalu banyak. Daya simpan buah dan sayur tidaklah lama. Meski disimpan di kulkas, kualitasnya akan cepat menurun. Daripada akhirnya banyak yang terbuang, beli secukupnya saja secara berkala.
2. Membeli buah yang sudah matang sekali sehingga cepat busuk

Buah yang matang sempurna memang lezat dan gak bikin sakit perut. Namun bila kita hendak membeli agak banyak, perhatikan tingkat kematangannya. Sebaiknya kita mencampur buah matang yang siap dikonsumsi dengan buah yang baru matang sempurna besok atau lusa. Dengan begitu, kita tidak harus menghabiskannya cepat-cepat. Tak ada buah yang terbuang karena keburu busuk.
Akan tetapi, jangan membeli buah yang masih terlalu muda saat dipanen. Biasanya, buah ini sulit matang sempurna sekalipun disimpan lama.
3. Cari yang paling murah, tapi kualitasnya buruk

Pastinya kita berbelanja menyesuaikan dengan bujet masing-masing. Cari yang murah juga bagian dari strategi penghematan.
Namun coba perhatikan, apakah membeli bahan makanan yang semurah-murahnya betul-betul menekan pengeluaran atau malah diam-diam menjadi sumber pemborosan? Contohnya, membeli buah yang paling murah tapi ternyata rasanya asam sekali. Atau, banyak ulatnya sehingga gak bisa disantap. Tanpa sadar, uang kita cuma berakhir di tempat sampah.
4. Gak tahu cara mengolah bahan yang dibeli

Meski kita ingin belajar memasak suatu menu, ada baiknya tidak langsung membeli bahan-bahannya. Sebelum praktik, kita harus mempelajari dulu resep dan cara memasaknya. Termasuk, langkah menyiapkan bahan untuk hasil masakan terbaik.
Contohnya, kita ingin mencoba memasak bebek atau seafood untuk pertama kali. Kalau beli bahannya dulu baru bingung di dapur, nanti hasilnya sangat jauh dari harapan. Ujung-ujungnya makanan tidak disantap karena sangat alot atau amis.
5. Tak memperhatikan tanggal kedaluwarsa

Untuk bahan makanan kemasan, kita harus mengecek tanggal kedaluwarsanya. Jangan langsung percaya masa kedaluwarsanya masih lama hanya karena kita membelinya di pusat perbelanjaan besar.
Bahkan meski makanan kemasan belum kedaluwarsa saat dipajang, kita bisa menyimpannya di rumah cukup lama. Saat makanan akan dinikmati atau digunakan untuk memasak, ternyata sudah kedaluwarsa. Dengan tahu tanggal expired-nya, kita dapat memperkirakan mampu menghabiskannya dalam rentang waktu tersebut atau tidak.
Jika pengeluaran untuk membeli bahan makanan dapat ditekan 10 sampai 20 persen saja, ini sudah lumayan. Uangnya dapat digunakan buat menambah tabungan atau memenuhi kebutuhan lainnya. Kebutuhan pokok bukan berarti kita berlebihan dalam memenuhinya dan bikin boros.

![[QUIZ] Makanan Khas Paskah Ini Menggambarkan Keberuntunganmu](https://image.idntimes.com/post/20260331/upload_5a0fa54d6a43597aaf52e178e59ba97c_462eea65-b50b-4718-86d6-f9817ece79c0.jpg)

![[QUIZ] Menu Makan Malam Paskah Sesuai Bujetmu](https://image.idntimes.com/post/20260401/upload_46edcf40760752dafba20f6407937e48_7c86340d-d243-4da4-9863-ffb1a200d2da.jpg)















