5 Kesalahan Memakai Minyak Wijen dalam Masakan, Bisa Bikin Enek!

- Minyak wijen berfungsi memberi aroma dan rasa gurih khas, tapi kualitas rendah atau kadar murni yang sedikit bisa bikin cita rasanya tidak terasa maksimal.
- Memasak minyak wijen terlalu lama atau di suhu tinggi dapat menghilangkan aroma, membuat rasanya pahit, dan sebaiknya digunakan di akhir proses memasak.
- Penggunaan berlebihan atau penyimpanan yang salah bisa bikin minyak wijen terasa enek dan tengik, jadi penting menjaga takaran serta menyimpannya di tempat sejuk dan kering.
Tidak semua minyak itu efektif digunakan untuk menggoreng. Beberapa di antaranya memiliki fungsi sebagai pemberi rasa maupun aroma agar suatu masakan jadi spesial dan kaya. Contoh minyak yang bekerja demikian adalah sesame oil atau minyak wijen.
Bahan ini berguna dalam memberi cita rasa nutty yang gurih dan intens pada suatu masakan, khususnya makanan oriental. Namun, penggunaan bahan ini bisa menjadi bencana atau kurang efektif bila dipakai asal. Lima kesalahan memakai minyak wijen dalam masakan itu sudah dirangkum dalam catatan berikut ini!
1. Menggunakan produk dengan kandungan minyak wijen murni terlalu rendah

Menggunakan produk dengan kandungan minyak wijen murni rendah merupakan kesalahan yang bikin masakanmu jadi kurang nampol. Bila kualitasnya juga sangat rendah, aroma dan rasa wijen yang ingin diperoleh dalam masakan bisa tidak terasa sama sekali.
Sebenarnya sah-sah saja pakai blended sesame oil yang dicampur dengan minyak lain selain minyak wijen murni. Tapi perhatikan juga kadarnya supaya aroma dan rasa nutty itu tidak cuma numpang lewat. Perhatikan presentasenya lewat komposisi yang ada di badan kemasan minyak.
2. Memasaknya terlalu lama sampai rasanya menghilang

Memasak minyak wijen kelamaan juga tidak disarankan. Soalnya minyak ini punya titik asap yang rendah, rentan rusak bila terpapar suhu terlalu tinggi ataupun dimasak kelamaan. Keharuman minyak wijen yang menggoda pun bisa hilang karena menguap.
Bahkan minyak wijen yang dimasak kelamaan bisa bikin rasanya berubah menjadi pahit, sehingga masakan jadi jauh dari kata sedap. Minyak wijen itu sebaiknya dipakai di akhir proses memasak untuk menjaga rasa dan aromanya agar tetap menempel pada masakan.
3. Digunakan dalam jumlah terlalu banyak

Kamu mungkin tahu walaupun aroma minyak wijen itu sedap dan menggoda, bikin orang-orang tertarik menambahkannya terus-terusan. Tetapi menggunakannya dalam jumlah terlalu banyak malah bisa merusak rasa masakan, lho.
Sensasi minyak wijen itu tajam dan pekat, terutama jika kandungan minyak wijen murninya tinggi. Bila dipakai berlebihan, masakan bisa terasa enek karena dominasi gurih dan sensasi kacangnya menutupi bahan maupun bumbu lain.
4. Dipakai untuk menggoreng di suhu tinggi

Kamu perlu tahu kalau minyak wijen tidak dirancang untuk menggoreng. Makanya bila bahan ini dipakai menumis atau memasak, rasanya bisa memudar bahkan berubah menjadi pahit.
Hal ini berkaitan dengan titik asap minyak wijen yang rendah, terutama jika kandungan minyak murninya tinggi atau ada di kisaran seratus persen. Namun, beberapa produk blended sesame oil ada yang aman dipakai menumis bila minyak campuran yang digunakan lumayan besar dan memiliki titik asap tinggi.
5. Memakai minyak wijen yang teroksidasi

Minyak wijen juga sangat mudah teroksidasi, terutama kalau kamu melakukan kesalahan terhadap penyimpanan bahan. Bila diletakkan di bawah sinar matahari langsung, minyak akan mengalami oksidasi dan kualitasnya terus menurun.
Meski kandungan minyak wijen murninya tinggi, tetapi minyak wijen yang teroksidasi bisa berubah jadi tengik. Kalau tidak sengaja ditambahkan, sensasi masakan bukannya lezat malah bisa bikin rusak dan apek. Makanya, minyak wijen harus disimpan di tempat kering dan sejuk biar tahan lama.
Minyak wijen bisa mendatangkan kerugian bila digunakan dengan cara yang tidak tepat. Soalnya bahan ini punya rasa kuat dengan kerentanan tinggi. Kesalahan di atas dapat menyebabkan makanan kurang nikmat, jadi kamu perlu memakainya dengan tepat untuk hasil memuaskan.




















