Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
6 Bahan Pewarna Makanan yang Aman Dikonsumsi dan Mudah Didapat di Rumah
ilustrasi bubuk pewarna alami (pexels.com/Gilmer Diaz Estela)
  • Enam bahan alami yang mudah ditemukan di rumah dapat menjadi alternatif pewarna makanan aman, menggantikan pewarna buatan untuk kreasi hidangan dan minuman.
  • Kunyit menghasilkan kuning, bit merah-keunguan, bunga telang biru, daun suji-pandan hijau, kakao-kopi cokelat, serta wortel oranye.
  • Pewarna alami dapat diolah melalui pencampuran, penghalusan, penyaringan, perendaman, atau seduhan; bahan perlu layak konsumsi dan diproses secara higienis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Warna makanan yang menarik bisa membuat hidangan terlihat lebih menggugah selera. Selain menggunakan pewarna buatan, ada alternatif dari bahan alami yang bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan beragam warna. Bahan pewarna yang aman dikonsumsi ini bisa menjadi pilihan bagi kamu yang ingin berkreasi dengan makanan dan minuman di rumah.

Menariknya, beberapa bahan pewarna alami tersebut juga sering dijumpai sehari-hari dan hampir selalu dijumpai di dapur. Lantas, bahan apa saja yang bisa digunakan untuk jadi pewarna makanan dan bagaimana cara mengolahnya agar sesuai dengan kebutuhan?

1. Kunyit

ilustrasi kunyit (pexels.com/Karl Solano)

Kunyit tidak hanya dikenal sebagai rempah yang dapat menambah cita rasa masakan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami makanan. Rimpang berwarna kuning oranye ini mengandung kurkumin yaitu pigmen yang memberikan warna khas pada kunyit. Dengan kandungannya tersebut, kunyit kerap digunakan untuk menghasilkan warna kuning pada berbagai hidangan.

Adapun hidangan yang kerap menggunakan kunyit di antaranya ada nasi kuning, kari, gulai, hingga sejumlah olahan makanan tradisional. Untuk memperoleh warna kuning yang merata, kunyit dapat dicampurkan langsung ke dalam masakan atau diolah terlebih dahulu menjadi ekstrak. Nah, jika menggunakan kunyit segar, cuci rimpang sebelum diparut agar kotoran tidak ikut tercampur. Sementara itu, jika menggunakan bubuk kunyit dapat ditambahkan sedikit demi sedikit sambil mengaduk makanan hingga warna yang diinginkan tercapai.

2. Buah bit

ilustrasi buah bit (pexels.com/Polina Tankilevitch)

Selanjutnya ada buah bit yang bisa dimanfaatkan sebagai pewarna alami untuk memberikan rona merah hingga merah keunguan pada makanan. Warna tersebut berasal dari pigmen betalain, terutama betasianin yang terkandung di dalam daging buahnya. Selain mudah diolah, buah bit juga dapat menjadi alternatif bagi orang yang ingin memberikan warna menarik pada hidangan menggunakan bahan pangan alami.

Buat bit bisa dijadikan sebagai pewarna makanan yang diterapkan pada berbagai olahan, seperti kue, puding, minuman, saus, dan pasta. Untuk membuat pewarna alami dari buah bit, cuci dan kupas buah terlebih dahulu, kemudian potong menjadi bagian kecil. Haluskan menggunakan blender dengan sedikit air, lalu saring jika ingin memperoleh cairan yang lebih halus. Jus tersebut dapat langsung dicampurkan ke dalam makanan yang sesuai. Jika ingin memasaknya terlebih dahulu, gunakan pemanasan secukupnya karena pigmen buah bit dapat mengalami perubahan akibat suhu tinggi.

3. Bunga telang

ilustrasi bunga telang (pexels.com/Tamanna Rumee)

Bunga telang dikenal memiliki kelopak berwarna biru pekat yang dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami makanan dan minuman. Warna tersebut berasal dari pigmen antosianin yang larut dalam air sehingga mudah diekstrak melalui proses perendaman atau perebusan. Penggunaan bunga telang pada makanan dan minuman juga cukup beragam, di antaranya digunakan sebagai pewarna nasi, kue, puding, hingga minuman seperti teh dan sirup.

Untuk mendapatkan warnanya, bunga telang segar atau bunga kering dapat direndam dalam air panas selama beberapa menit, kemudian disaring. Air ekstraknya bisa langsung dicampurkan ke dalam bahan makanan sesuai kebutuhan. Salah satu hal menarik dari bunga telang adalah perubahan warnanya ketika tingkat keasaman berubah. Ekstrak bunga telang yang semula berwarna biru dapat bergeser menjadi ungu atau kemerahan setelah ditambahkan bahan asam, seperti air lemon.

4. Daun suji dan pandan

ilustrasi daun suji (pexels.com/Nothing Ahead)

Pandan dan daun suji merupakan tanaman yang sering digunakan dalam berbagai hidangan tradisional Indonesia. Keduanya dapat dimanfaatkan untuk memberikan warna hijau pada makanan, tetapi memiliki karakteristik yang berbeda. Daun pandan dikenal karena aroma khasnya yang harum, sedangkan daun suji lebih sering dimanfaatkan untuk menghasilkan warna hijau yang pekat. Penggunaan kedua bahan ini dapat menjadi alternatif pewarna alami untuk berbagai olahan rumahan.

Daun pandan dikenal karena aroma khasnya yang harum, sedangkan daun suji lebih sering dimanfaatkan untuk menghasilkan warna hijau yang pekat. Penggunaan kedua bahan ini dapat menjadi alternatif pewarna alami untuk berbagai olahan rumahan. Ekstrak pandan dan daun suji dapat digunakan untuk mewarnai beragam makanan, seperti klepon, kue lapis, dadar gulung, cendol, serta berbagai jenis kue tradisional. Jika ingin menghasilkan warna hijau yang lebih kuat, daun suji dapat dijadikan bahan utama, sedangkan pandan bisa ditambahkan untuk memperkaya aroma.

5. Bubuk kakao dan kopi

ilustrasi bubuk kakao (pexels.com/HONG SON)

Bubuk kakao dan kopi tidak hanya digunakan untuk memberikan cita rasa khas pada makanan dan minuman, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami. Keduanya dapat menghasilkan warna cokelat dengan tingkat kegelapan yang berbeda. Pada bubuk kakao dapat menghasilkan warna cokelat yang cocok untuk brownies, kue, biskuit, puding, dan berbagai jenis adonan.

Sementara itu, pada kopi dapat memberikan warna cokelat tua hingga kehitaman, terutama jika dibuat dalam bentuk seduhan pekat. Untuk menggunakannya, bubuk kakao dapat langsung dicampurkan ke bahan kering sebelum adonan diolah. Pilih bubuk kakao murni tanpa tambahan gula atau perisa kakao, jika ingin mengontrol komposisi bahan. Selain itu, untuk kopi bisa digunakan dalam bentuk bubuk yang sesuai untuk resep atau seduhan pekat yang sudah disaring.

6. Wortel

ilustrasi wortel (pexels.com/Mateusz Feliksik)

Wortel tidak hanya dikenal sebagai sayuran yang kaya nutrisi, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk memberikan warna alami pada makanan. Warna oranye pada wortel berasal dari pigmen karotenoid, terutama beta-karoten. Pemanfaatan wortel sebagai pewarna makanan alami dapat diterapkan pada aneka makanan, seperti kue, roti, puding, mie, hingga adonan camilan.

Untuk membuat pewarna alami dari wortel, cuci dan kupas kulitnya kemudian potong kecil-kecil. Haluskan wortel menggunakan blender dengan sedikit air, lalu saring untuk mendapatkan sari wortel. Cairan tersebut dapat dicampurkan ke dalam adonan sesuai kebutuhan. Dengan warna oranye yang alami, wortel dapat menjadi salah satu pilihan warna untuk mempercantik tampilan makanan sekaligus menambahkan bahan pangan ke dalam resep.

Warna makanan yang cantik tidak selalu harus berasal dari pewarna buatan. Dengan memilih bahan pewarna yang aman dikonsumsi, kamu bisa memberikan warna menarik pada berbagai hidangan sekaligus berkreasi menggunakan bahan alami. Pastikan bahan yang digunakan memang layak dikonsumsi dan diolah secara higienis agar makanan tetap aman disajikan, ya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article