ilustrasi susu (magnific.com/magnific)
Keluhan setelah mengonsumsi makanan tertentu juga dapat membuat kesehatan pencernaan perlu mendapatkan perhatian lebih. Salah satu contohnya adalah intoleransi laktosa, yaitu kondisi ketika tubuh kesulitan mencerna laktosa yang terdapat dalam susu dan produk olahannya. Pada sebagian orang, kondisi ini dapat menyebabkan kembung, gas, atau rasa tidak nyaman setelah mengonsumsi produk susu.
Dokter Arkady Broder menjelaskan bahwa beberapa probiotik serta makanan fermentasi seperti yogurt dan kefir mengandung mikroorganisme yang dapat membantu proses pemecahan laktosa. Kefir bahkan dapat lebih mudah ditoleransi oleh sebagian orang dibandingkan susu biasa. Meski begitu, respons setiap orang berbeda sehingga munculnya keluhan setelah makan tetap perlu dilihat berdasarkan jenis makanan, jumlah yang dikonsumsi, dan kondisi kesehatan masing-masing.
Probiotik memang memiliki potensi untuk mendukung kesehatan tubuh, terutama dalam kondisi tertentu yang berkaitan dengan saluran pencernaan. Namun, keberadaan salah satu tanda di atas gak otomatis berarti kamu harus langsung membeli suplemen probiotik. Jenis strain, dosis, kondisi kesehatan, serta tujuan penggunaannya perlu diperhatikan karena setiap probiotik gak memiliki efek yang sama.
Dokter juga menjelaskan bahwa orang sehat dengan pola makan beragam dan kaya serat umumnya gak membutuhkan probiotik harian untuk tetap sehat. Makanan fermentasi seperti yogurt dengan kultur hidup, kefir, kimchi, miso, dan beberapa jenis makanan fermentasi lainnya bisa menjadi bagian dari pola makan sehari-hari. Kalau kamu memiliki kondisi medis tertentu atau sedang mempertimbangkan probiotik untuk keluhan yang menetap, sebaiknya diskusikan terlebih dahulu dengan dokter agar pilihan yang diambil sesuai dengan kebutuhan tubuhmu.