5 Tips Membuat Mangga Puree Serbaguna untuk Minuman hingga MPASI

- Pilih mangga matang, manis, lembut, dan tidak terlalu berserat agar puree mudah dihaluskan tanpa pemanis tambahan.
- Gunakan mangga saja sebagai bahan dasar, lalu blender tanpa air terlebih dahulu; tambahkan cairan sedikit demi sedikit sesuai kebutuhan tekstur.
- Buang bagian berserat, saring bila perlu, lalu simpan puree dalam porsi kecil: tahan sekitar 3 hari di kulkas atau hingga 3 bulan di freezer.
Kamu bosan dengan mangga yang hanya dimakan langsung atau dibikin rujak? Saat musim mangga yang melimpah, kamu bisa mengolahnya menjadi berbagai hidangan lezat. Bukan sekadar puding atau kue, tetapi juga aneka minuman hingga Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) untuk kebutuhan si kecil.
Agar lebih praktis dan umur simpannya lebih lama, kamu bisa bikin stok puree mangga. Olahan buah ini bertekstur kental, halus, dan manis alami sehingga cocok untuk campuran berbagai hidangan. Sebelum membuat puree mangga sendiri, berikut ini beberapa tips yang bisa kamu terapkan.
1. Pilih jenis mangga yang manis dan sudah matang

ilustrasi beragam jenis mangga (commons.wikimedia.org/W.A. Djatmiko) Setiap jenis mangga memiliki rasa dan aroma khas yang akan menentukan puree buatanmu. Oleh sebab itu, penting untuk memilih jenis mangga dengan aroma harum, daging buahnya lembut, tidak terlalu berserat, dan rasa manis alami yang dominan saat sudah matang. Beberapa jenis mangga yang bisa kamu pilih antara lain mangga madu, mangga golek, gedong gincu, manalagi, dan harum manis.
Mangga dengan kandungan air cukup banyak dan matang sempurna akan lebih mudah dihaluskan. Kamu tidak perlu memberikan pemanis tambahan, termasuk gula. Jika ingin lebih praktis atau kesulitan mendapatkan buah mangga segar, kamu juga bisa menggunakan mangga kalengan atau mangga beku.
2. Usahakan rasa puree tetap alami

ilustrasi mengupas mangga (pexels.com/Ron Lach) Puree dasar sebaiknya hanya terbuat dari mangga, tanpa tambahan gula, garam, maupun pengawet. Rasa alami mangga atau puree netral akan lebih memudahkan kamu menyesuaikannya dengan kebutuhan resep. Jika ingin membuat hidangan atau puree lebih kaya rasa, tambahkan bahan lainnya saat akan digunakan.
Tips ini juga membantu kamu mengontrol asupan gula atau garam tambahan dalam makanan. Demikian pula untuk kebutuhan MPASI, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyarankan gula dan garam untuk bayi di bawah 12 bulan diberikan sesedikit mungkin. Kamu tidak perlu repot membedakan base puree untuk si kecil maupun anggota keluarga lainnya karena dapat dikonsumsi segala usia.
3. Haluskan tanpa air lebih dulu

ilustrasi menghaluskan buah mangga (pexels.com/Blanca Isela) Mangga yang sudah matang dan juicy kerap kali tetap bisa diblender tanpa perlu menambahkan air. Kalau terlalu kental, barulah tambahkan air sedikit demi sedikit hingga konsistensinya sesuai yang diinginkan. Cara ini dapat menjaga puree tetap pekat dan rasanya tidak terlarut.
Sebaiknya kamu membuat puree pekat karena lebih fleksibel dan bisa diencerkan kapan saja sesuai kebutuhan. Dessert seperti puding atau mousse membutuhkan tekstur kental untuk hasil akhir yang lebih padat. Sedangkan smoothie, minuman, atau MPASI sering kali membutuhkan tekstur lebih encer, makanya kamu bisa menambahkan susu, air, maupun bahan cair lainnya sesuai kebutuhan.
4. Buang serat dan saring bila perlu

ilustasi menyaring puree mangga (magnific.com/magnific) Walau blender bisa membuat puree lebih halus dibanding food processor, kamu tetap harus mengupasnya dengan benar untuk mempertahankan teksturnya. Mangga punya serat yang bisa membuat tekstur puree terasa kasar. Setelah mengupas kulitnya, sebaiknya tidak menggunakan bagian berserat di dekat biji sebelum diblender.
Kamu juga bisa menyaringnya jika membutuhkan tekstur yang benar-benar halus tanpa serat. Tekstur sangat halus cocok untuk MPASI tahap awal dan topping dessert. Sedangkan puree tanpa disaring sudah biasa digunakan untuk campuran minuman maupun MPASI lanjutan.
5. Bagi menjadi porsi kecil sebelum disimpan

ilustrasi puree dibagi ke dalam beberapa wadah (magnific.com/azerbaijan_stockers) Setelah puree mangga selesai kamu buat, sebaiknya dibagi menjadi beberapa porsi kecil sebelum disimpan. Kamu bisa menggunakan cetakan es batu, kemudian dibekukan. Setelah itu, pindahkan kubus puree mangga ke dalam wadah tertutup agar lebih hemat.
Kalau kamu ingin menggunakannya dalam waktu lebih singkat, cukup disimpan dalam wadah kedap udara tanpa perlu dibekukan. Puree mangga bisa bertahan sekitar 3 hari jika disimpan dalam kulkas. Sedangkan di dalam freezer umur simpannya dapat mencapai 3 bulan.
Sejumlah tips sederhana tersebut dapat membuat puree mangga serbaguna yang bisa digunakan sebagai campuran minuman, dessert, hingga MPASI. Kamu juga bisa menyimpannya dalam waktu cukup lama, sehingga praktis digunakan kapan saja. Jadi, sudah siap untuk bikin stok di rumah?























