Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Apa Itu Nasi Goreng Yangzhou? Kenali Sejarah dan Keunikannya

Apa Itu Nasi Goreng Yangzhou? Kenali Sejarah dan Keunikannya
ilustrasi membuat nasi goreng Yangzhou (commons.wikimedia.org/Blackberrijack)
Share Article

Nasi goreng rasanya sudah jadi menu yang nggak asing lagi buat banyak orang, entah buat sarapan, makan malam, atau sekadar menyelamatkan perut saat lapar datang tiba-tiba. Tapi, pernah gak sih kamu mendengar nama nasi goreng Yangzhou? Sekilas tampilannya memang mirip nasi goreng pada umumnya, tetapi hidangan khas Tiongkok ini punya cerita dan ciri khas yang membuatnya cukup berbeda, lho.

Bukan cuma soal nasi yang digoreng, nasi goreng Yangzhou punya sejarah panjang yang membuatnya dikenal sebagai salah satu sajian ikonik dari Yangzhou. Nah, sebenarnya apa yang membuat nasi goreng ini begitu istimewa dan bagaimana awal mula kemunculannya? Yuk, kenalan lebih dekat dengan sejarah dan keunikan nasi goreng Yangzhou berikut ini.

1. Berawal dari kota Yangzhou yang punya tradisi kuliner panjang

Jembatan Lima Paviliun di Yangzhou membentang di atas danau, dengan lima bangunan beratap tradisional di sepanjang jalurnya.
potret The Five Pavilion bridge of Yangzhou (commons.wikimedia.org/Gisling)

Saat mendengar kata nasi goreng, biasanya yang terpikir adalah nasi putih yang dimasak dengan berbagai bumbu, telur, dan pelengkap sesuai selera. Namun, nasi goreng Yangzhou memiliki cerita yang unik karena menu ini berasal dari Yangzhou, kota di Provinsi Jiangsu, Tiongkok, yang dikenal memiliki warisan kuliner yang cukup kuat. Hidangan ini sering disebut sebagai Yangzhou fried rice atau Yangzhou chaofan, dan nama ini sudah menjadi bagian dari identitas kuliner kota tersebut.

Yang menarik, nasi goreng ini bukan hanya sekadar masakan sederhana yang dibuat asal jadi, tetapi telah berevolusi menjadi hidangan dengan standar penyajian tersendiri. Oleh karena itu, mengenali asal-usulnya membantu kita memahami mengapa satu porsi nasi goreng dapat memiliki karakter yang begitu khas. Dari sini sudah jelas bahwa nasi goreng Yangzhou memiliki cerita yang lebih mendalam dibandingkan hanya sekadar nasi yang ditumis di atas wajan.

2. Punya sejarah yang sering dikaitkan dengan Dinasti Sui

Seporsi nasi goreng Yangzhou berwarna keemasan disajikan dalam mangkuk putih dengan campuran sayuran dan telur.
ilustrasi Yangzhou fried rice (pixabay.com/takedahrs)

Saat membicarakan kuliner tradisional, pertanyaan mengenai siapa yang pertama kali membuatnya sering kali menimbulkan rasa penasaran. Nasi Goreng Yangzhou sering kali dihubungkan dengan era Dinasti Sui, di mana Kaisar Yang dari Sui dikabarkan telah membawa hidangan nasi goreng dari Yangzhou ke daerah lain. Namun, cerita sejarah mengenai asal-usulnya memiliki beberapa versi sehingga tidak semuanya dapat dianggap sebagai bukti pasti tentang siapa pencipta asli hidangan tersebut.

Yang jelas, nasi goreng sudah lama menjadi bagian dari tradisi kuliner Tiongkok dan kemudian berkembang dalam banyak variasi di daerah yang berbeda. Kisah yang panjang itulah yang membuat nasi goreng Yangzhou menjadi menarik tidak hanya dari segi rasa, tetapi juga memiliki nilai budaya yang ikut melekat di dalamnya. Kalau selama ini nasi goreng terasa seperti sajian sehari-hari yang sederhana, versi dari Yangzhou justru menunjukkan bagaimana sebuah hidangan dapat tumbuh seiring dengan perjalanan sejarahnya.

3. Isinya lebih beragam dari nasi goreng biasa

Ilustrasi berisi tips memasak nasi goreng, dilengkapi gambaran bahan makanan dan peralatan yang digunakan di dapur.
ilustrasi tips memasak nasi goreng (freepik.com/senivpetro)

Pernah melihat nasi goreng yang memiliki potongan bahan yang kecil-kecil secara dan tersebar merata di seluruh piring? Nah, tampilan seperti ini adalah salah satu ciri khas yang mudah dikenali dari nasi goreng Yangzhou, yang secara tradisional dapat terdiri dari nasi, telur, udang, ham, kacang polong, wortel, dan daun bawang. Komposisinya bisa bervariasi tergantung pada resep dan tempat yang menyajikannya, namun kombinasi bahan tersebut membuat setiap suapan terasa lebih kaya.

Bukan hanya tentang banyaknya isian, cara pemotongan bahan dan penyebarannya juga sangat penting agar tekstur, rasa, dan warna hidangan terasa seimbang. Hasil akhirnya bukanlah nasi yang didominasi oleh satu bahan, melainkan sebuah campuran yang terlihat rapi dan harmonis. Jadi, kalau kamu ingin mengenali nasi goreng Yangzhou, cobalah perhatikan isi serta susunan bahan di piringnya, bukan semata-mata aromanya yang menggugah selera.

4. Tekstur nasinya justru jadi bagian yang penting

Ilustrasi sepiring nasi goreng Yangzhou berwarna keemasan dengan campuran bahan, disajikan di atas piring putih.
ilustrasi nasi goreng Yangzhou (commons.wikimedia.org/LN9267)

Pernah makan nasi goreng yang terasa terlalu lembek hingga bumbunya seolah menyatu? Hal seperti ini seharusnya dihindari dalam nasi goreng Yangzhou, di mana butiran nasi seharusnya terpisah agar setiap suapan terasa ringan dan tidak menggumpal. Karena itu, jenis serta kondisi nasi yang digunakan sangat penting dalam proses memasak, termasuk memastikan nasi tidak terlalu basah sebelum masuk ke wajan.

Teknik menumis dengan panas yang tepat membantu nasi tercampur dengan bahan lainnya tanpa membuat teksturnya berubah menjadi lembek. Hasil akhirnya, nasi tetap memiliki butiran yang jelas sementara telur, sayuran, dan pelengkap lainnya tercampur secara seimbang. Jadi, rahasia di balik kelezatan hidangan ini tidak hanya pada bumbu, tetapi juga pada cara mempertahankan tekstur nasi sejak awal.

5. Warna dan potongan bahan baku bukan sekadar pajangan

Ilustrasi beberapa wortel segar berwarna oranye dengan daun hijau, tersusun di atas latar belakang putih.
ilustrasi wortel (pixabay.com/congerdesign)

Ketika melihat nasi goreng Yangzhou yang disajikan dengan potongan bahan berwarna-warni, tampilannya langsung menarik selera. Kombinasi warna putih dari nasi, kuning telur, hijau sayuran, serta warna dari udang atau bahan lain membuat hidangan ini terlihat lebih menarik tanpa perlu saus yang berlebihan. Penampilan tersebut tidak hanya untuk membuat piring terlihat cantik, karena variasi warna datang dari bahan-bahan yang menambah rasa dan tekstur yang berbeda.

Potongan bahan yang lebih kecil membuat semuanya lebih mudah tercampur dan memungkinkan kamu mendapatkan beberapa komponen dalam satu suapan. Inilah yang membuat nasi goreng Yangzhou terasa seimbang, baik dari sisi visual maupun pengalaman saat menikmati. Jadi, saat menemukan hidangan ini, jangan hanya terpaku pada aromanya, sebab detail tampilannya juga dapat memberikan petunjuk tentang karakter sajian tersebut.

6. Teknik memasaknya ikut menentukan hasil akhir

Ilustrasi proses memasak rabokki, hidangan Korea yang memadukan tteokbokki dan mi instan dalam saus pedas.
ilustrasi memasak rabokki (freepik.com/freepik)

Memasak nasi goreng terlihat mudah, terutama cukup dengan memasukkan nasi dan bahan ke dalam wajan lalu mengaduk hingga matang. Namun, nasi goreng Yangzhou memerlukan perhatian lebih terhadap urutan memasak, panas wajan, serta cara mencampurkan setiap bahan supaya hasilnya tidak menjadi terlalu basah atau berminyak. Telur, nasi, sayuran, dan bahan pelengkap harus dimasak dengan cara yang tepat agar teksturnya tetap terasa, bukannya menjadi satu adonan yang menyatu.

Penggunaan api yang sesuai juga membantu menghasilkan nasi yang harum serta tidak mudah menggumpal selama menumis. Karena itu, kalau ingin mencoba membuatnya di rumah, mempersiapkan semua bahan sebelumnya serta menggunakan nasi dengan tekstur yang pas akan mempermudah proses memasak. Dari sini terlihat bahwa keunikan nasi goreng Yangzhou bukan cuma soal resep, tetapi juga keterampilan menjaga keseimbangan setiap komponennya.

Nasi goreng Yangzhou bukan sekadar nasi goreng dengan isian yang lebih ramai, tetapi juga punya sejarah panjang, ciri khas bahan, tekstur nasi, dan teknik memasak yang membuatnya berbeda. Dari asal-usulnya di Yangzhou hingga tampilan warna-warni dan butiran nasi yang tetap terpisah, setiap detailnya punya cerita tersendiri, lho. Jadi, kalau nanti menemukan nasi goreng Yangzhou di menu, kamu sudah tahu kalau sepiring nasi goreng ini punya sejarah yang gak kalah menarik dari rasanya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy

Related Articles

See More