ilustrasi brem (commons.wikimedia.org/Midori)
Brem juga berasal dari fermentasi ketan, tetapi bentuk dan cara menikmatinya berbeda dari tape. Makanan khas yang sering dikenal sebagai brem Madiun ini biasanya berbentuk kepingan padat berwarna putih kekuningan dan langsung lumer ketika masuk ke mulut. Rasanya dominan manis, lalu muncul sedikit rasa asam yang membuat akhirnya terasa lebih segar.
Karakter tersebut membuat brem punya pengalaman makan yang cukup berbeda dari makanan fermentasi lain. Gak perlu digoreng atau dimasak lagi karena brem biasanya langsung dimakan sebagai camilan. Teksturnya yang cepat hancur di mulut juga menjadi salah satu daya tariknya, terutama ketika disantap bersama teh atau kopi. Jadi, kalau kamu mengira semua makanan fermentasi pasti punya rasa kecut yang kuat, brem justru punya rasa manis yang lebih menonjol.
Kalau biasanya kamu menghindari atau masih ragu-ragu menikmati makanan fermentasi karena takut rasanya kecut bahkan asam ternyata gak perlu buru-buru berasumsi begitu. Ada banyak sekali rasa yang bisa ditemukan, dari gurih sampai manis, jadi pengalaman makan pun gak selalu seperti yang dibayangkan. Tinggal pilih mana yang paling sesuai dengan selera kamu, mau tempe yang gurih atau tape yang manis?