Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Berapa Lama Daging Kurban Bisa Bertahan di Kulkas?
ilustrasi menyimpan daging (freepik.com/freepik)
  • Daging kurban segar di chiller bertahan 3–5 hari pada suhu di bawah 4°C, sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup dan tidak dalam kondisi hangat.
  • Penyimpanan daging beku di freezer bersuhu -18°C bisa awet hingga 6 bulan, gunakan plastik vakum atau wadah kedap udara untuk mencegah freezer burn.
  • Daging matang hanya tahan 3–4 hari di chiller, simpan setelah dingin dalam wadah tertutup dan hindari pemanasan berulang agar kualitas tetap terjaga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Momen Idul Adha identik dengan stok daging yang melimpah di rumah. Tidak sedikit orang langsung menyimpan daging kurban di kulkas tanpa mengetahui batas aman penyimpanannya. Padahal, cara penyimpanan yang kurang tepat dapat membuat kualitas daging menurun, mulai dari tekstur yang berubah hingga memicu pertumbuhan bakteri.

Mengetahui daya tahan daging kurban di kulkas penting agar daging tetap segar dan aman untuk dikonsumsi. Selain menjaga cita rasa masakan, penyimpanan yang benar juga membantu mengurangi risiko makanan terkontaminasi. Supaya tidak salah langkah, ketahui lama penyimpanan daging kurban berikut ini sampai akhir.

1. Daging segar di chiller bertahan 3—5 hari

ilustrasi daging di chiller (pexels.com/Federico Arnaboldi)

Daging sapi maupun kambing segar umumnya dapat bertahan sekitar 3—5 hari jika disimpan di bagian chiller kulkas dengan suhu stabil di bawah 4 derajat Celsius. Penyimpanan ini cocok untuk daging yang memang akan segera diolah dalam waktu dekat.

Sebelum dimasukkan ke kulkas, daging sebaiknya dibagi ke dalam beberapa porsi agar lebih praktis saat digunakan dan tidak perlu berulang kali terkena suhu ruang. Gunakan wadah tertutup atau plastik khusus makanan agar aroma daging tidak menyebar ke bahan makanan lainnya.

Hindari menyimpan daging dalam kondisi masih hangat, karena dapat meningkatkan kelembapan di dalam kulkas dan mempercepat pertumbuhan bakteri. Jika warna daging mulai kusam, berlendir, atau mengeluarkan bau tidak sedap, sebaiknya jangan lagi dikonsumsi meskipun belum melewati batas waktu penyimpanan.

2. Daging beku di freezer bisa awet berbulan-bulan

ilustrasi daging beku (freepik.com/qwartm)

Jika jumlah daging cukup banyak, menyimpannya di freezer menjadi pilihan paling aman. Dalam kondisi beku dengan suhu sekitar minus 18 derajat Celsius, daging kurban dapat bertahan hingga 6 bulan, bahkan lebih jika proses penyimpanannya benar. Membekukan daging membantu memperlambat aktivitas bakteri, sehingga kualitas daging lebih terjaga dalam jangka waktu lama.

Agar kualitas tetap baik, simpan daging menggunakan plastik vakum atau wadah kedap udara untuk mencegah freezer burn. Kondisi ini biasanya ditandai dengan munculnya lapisan es berlebih dan perubahan warna pada permukaan daging.

Selain itu, beri label tanggal penyimpanan supaya lebih mudah memantau masa simpannya. Saat akan digunakan, cairkan daging secara perlahan di bagian bawah kulkas, bukan langsung di suhu ruang, agar teksturnya tetap bagus dan aman diolah.

3. Daging matang memiliki masa simpan berbeda

ilustrasi daging balado (youtube.com/Ceceromed Kitchen)

Banyak orang mengira daging matang bisa bertahan lebih lama dibandingkan dengan daging mentah. Padahal, olahan daging, seperti rendang, gulai, atau sate, tetap memiliki batas aman penyimpanan.

Di dalam kulkas bagian chiller, daging matang umumnya hanya bertahan sekitar 3—4 hari. Setelah itu, kualitas rasa dan kebersihannya mulai menurun meskipun tampilan makanan masih terlihat normal.

Supaya lebih tahan lama, simpan makanan dalam wadah tertutup setelah suhu masakan benar-benar dingin. Hindari membiarkan masakan terlalu lama pada suhu ruang karena bakteri lebih cepat berkembang pada makanan matang.

Jika ingin disimpan lebih lama, pindahkan ke freezer dan panaskan secukupnya ketika akan disantap. Memanaskan makanan berulang kali juga sebaiknya dihindari karena dapat mengurangi kualitas rasa sekaligus meningkatkan risiko makanan cepat basi.

4. Cara penyimpanan sangat menentukan ketahanan daging

ilustrasi daging kurban (pexels.com/Mark Stebnicki)

Bukan hanya suhu kulkas yang penting diperhatikan, tetapi juga cara penyimpanannya. Daging yang ditumpuk sembarangan atau disimpan dalam kondisi terbuka lebih mudah terkontaminasi bakteri. Oleh karena itu, pisahkan daging berdasarkan jenis dan kebutuhan masak agar proses penyimpanan lebih higienis sekaligus memudahkan saat akan digunakan.

Selain menjaga kebersihan wadah, pastikan tangan dan peralatan yang digunakan dalam kondisi bersih ketika memindahkan daging. Jangan terlalu sering membuka tutup kulkas karena perubahan suhu yang drastis dapat memengaruhi kualitas bahan makanan di dalamnya. Jika listrik mati cukup lama, sebaiknya periksa kembali kondisi daging sebelum dikonsumsi. Daging yang disimpan dengan benar tidak hanya lebih tahan lama, tetapi juga tetap lezat ketika diolah menjadi berbagai hidangan.

Menyimpan daging kurban dengan cara yang tepat dapat membantu menjaga kualitas, rasa, dan keamanannya hingga waktu konsumsi. Dengan memahami batas penyimpanan di chiller maupun freezer, kamu bisa mengolah daging kurban lebih tenang tanpa khawatir cepat rusak atau terbuang sia-sia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team