Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cara Bikin Soto Daging Empuk Tanpa Presto, Anti Alot!
ilustrasi soto daging (commons.wikimedia.org/Midori)

Soto daging sering terlihat sederhana, tetapi hasil akhirnya bisa sangat berbeda tergantung cara mengolah dagingnya. Banyak yang sudah merebus lama, tetapi teksturnya tetap terasa keras saat dikunyah. Cara bikin soto daging empuk tanpa presto sebenarnya lebih bergantung pada teknik kecil yang sering terlewat, bukan sekadar durasi memasak.

Perubahan cara potong, urutan memasak, sampai perlakuan setelah direbus bisa memberi hasil yang jauh lebih lembut. Berikut langkah yang lebih spesifik dan bisa langsung dicoba.

1. Memotong daging tipis lebar bikin cepat empuk

ilustrasi memotong daging (vecteezy.com/Vadym Krutko)

Banyak orang memotong daging berbentuk dadu tebal, padahal bentuk ini membuat panas sulit masuk ke bagian tengah. Potongan tipis melebar justru lebih efektif karena permukaan daging lebih luas terkena kuah panas. Cara ini membuat serat cepat terurai tanpa harus direbus terlalu lama. Hasilnya tetap empuk, tetapi tidak sampai hancur.

Arah potong juga menentukan tekstur saat dimakan. Iris melawan arah serat supaya tidak terasa berserat panjang saat dikunyah. Jika ragu, perhatikan garis halus pada daging lalu potong menyilang. Teknik ini sederhana, tetapi dampaknya langsung terasa di tekstur akhir.

2. Teknik rebus-matikan api bikin daging lebih lembut

ilustrasi merebus daging (vecteezy.com/ Srinrat Wuttichaikitcharoen)

Alih-alih merebus terus-menerus, coba teknik rebus lalu diamkan. Didihkan daging sekitar 10–15 menit, lalu matikan api dan biarkan tetap tertutup selama 30 menit. Panas sisa di dalam panci akan melanjutkan proses memasak tanpa membuat daging “kaget” oleh suhu tinggi terus-menerus. Cara ini sering dipakai agar daging lebih lembut tanpa overcooked.

Setelah itu, lanjutkan lagi perebusan sebentar sampai tingkat empuk yang diinginkan. Metode ini juga membantu kuah tetap jernih karena tidak terlalu banyak gerakan air mendidih. Selain hemat gas, hasil teksturnya lebih konsisten dibanding direbus nonstop.

3. Menambahkan sedikit lemak sapi bikin tekstur lebih juicy

ilustrasi lemak daging sapi (vecteezy.com/Pinky Nur Priastiwi)

Rahasia lain yang jarang dibahas ada pada penggunaan lemak sapi. Menambahkan sedikit potongan lemak saat merebus membuat daging tidak terasa kering. Lemak akan meleleh perlahan dan menyatu dengan kuah, memberi sensasi lebih lembut saat dimakan. Ini bukan soal rasa gurih saja, tetapi juga tekstur.

Jika tidak suka terlalu berminyak, lemak bisa diambil setelah proses selesai. Namun yang penting, selama perebusan daging punya pelindung alami agar tidak kaku. Cara ini sering dipakai di warung soto yang dagingnya terasa lebih lembut meski disimpan lama.

4. Menumis bumbu sampai benar-benar matang bikin daging lebih meresap

ilustrasi menumis bumbu (vecteezy.com/Seksan Wangjaisuk)

Bumbu halus yang hanya ditumis sebentar biasanya masih menyisakan rasa mentah. Saat dimasukkan ke kuah, bumbu seperti ini tidak menyatu dengan daging. Tumis sampai warnanya sedikit lebih gelap dan aromanya keluar tajam, baru masukkan ke rebusan. Hasilnya kuah terasa lebih “nempel” di daging.

Bumbu yang matang juga membantu menutup aroma khas daging yang kadang terlalu kuat. Proses ini membuat rasa lebih seimbang tanpa harus menambah banyak penyedap. Daging yang sudah empuk akan terasa lebih enak karena bumbunya benar-benar meresap.

5. Menyimpan daging dalam kuah semalaman bikin lebih empuk lagi

ilustrasi merebus daging (vecteezy.com/Muhammad Yahya)

Jika tidak terburu-buru, diamkan daging di dalam kuah semalaman setelah dimasak. Saat suhu turun perlahan, daging akan menyerap kembali cairan di sekitarnya. Hasilnya tekstur jadi lebih lembut dan rasa lebih dalam dibanding langsung disajikan. Ini trik yang sering dipakai untuk soto jualan.

Keesokan harinya, cukup panaskan kembali tanpa perlu memasak ulang terlalu lama. Daging biasanya terasa lebih empuk dibanding hari pertama. Cara ini cocok jika ingin hasil yang lebih maksimal tanpa tambahan alat atau bahan khusus.

Soto daging empuk tanpa presto ternyata lebih bergantung pada teknik kecil yang sering dianggap sepele. Mulai dari bentuk potongan, cara mengatur panas, sampai cara menyimpan setelah matang memberi pengaruh besar pada hasil akhir. Dengan langkah yang lebih terarah, daging bisa lembut tanpa harus direbus berjam-jam. Dari beberapa cara tadi, mana yang paling ingin dicoba dulu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team