ilustrasi memasak udang (pixabay.com/Didgeman)
Udang yang sudah matang tidak perlu ditunggu sampai kering, kecil, dan melengkung kuat. Justru ketika bentuknya mulai mengerut dan dagingnya terasa sangat padat, tekstur juicy yang dicari biasanya sudah berkurang. Ini sering terjadi saat udang dimasak sambil menunggu saus mengental atau bahan lain benar-benar matang.
Kalau membuat tumis udang saus mentega, misalnya, sausnya bisa disiapkan lebih dulu sampai harum dan sedikit mengental. Udang kemudian dimasukkan menjelang akhir dan dimasak sebentar hingga warnanya berubah serta dagingnya tidak lagi terlihat bening. Setelah itu, segera matikan api dan angkat.
Untuk masakan seperti capcay, mi goreng, atau nasi goreng, udang juga tidak harus dimasukkan sejak awal. Sayuran, mi, atau nasi bisa dimasak terlebih dahulu, kemudian udang ditambahkan ketika masakan sudah hampir selesai. Dengan cara ini, udang tidak ikut melewati seluruh proses memasak dan hasilnya tetap terasa empuk saat dimakan.
Membuat udang beku tetap juicy sebenarnya lebih banyak soal cara memperlakukannya sebelum dan selama dimasak. Kalau cara ini sudah terbiasa dilakukan, udang beku jelas tak kalah enak dari udang segar ketika diolah. Teksturnya tetap bisa lembut dan berair, sementara bumbu tumisan juga lebih mudah menempel tanpa membuat hidangan penuh air.