Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Tips Menyimpan Udang di Kulkas agar Tahan Lama dan Tetap Segar

5 Tips Menyimpan Udang di Kulkas agar Tahan Lama dan Tetap Segar
ilustrasi udang (pixabay.com/Mode21)
Intinya Sih
  • Udang mudah rusak jika disimpan sembarangan, sehingga penting memilih udang segar dengan warna cerah, tekstur kenyal, dan tanpa bau menyengat sejak awal.
  • Sebelum disimpan, udang perlu dibersihkan dari kepala, kulit, dan ususnya lalu dikeringkan agar tidak mempercepat pembusukan akibat sisa air.
  • Penyimpanan terbaik dilakukan dalam wadah kedap udara di freezer serta hindari proses beku-cair berulang supaya tekstur dan rasa udang tetap terjaga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Udang termasuk bahan makanan yang sensitif dan mudah rusak kalau gak disimpan dengan benar. Teksturnya yang lembut dan kandungan air yang tinggi membuat udang cepat berubah kualitas, bahkan dalam waktu singkat. Kalau sampai salah penanganan, udang bisa berbau amis tajam, lembek, atau kehilangan rasa segarnya.

Padahal, dengan teknik penyimpanan yang tepat, udang bisa tetap segar lebih lama tanpa mengurangi kualitasnya. Kuncinya ada pada cara membersihkan, membungkus, dan mengatur suhu penyimpanan. Biar gak salah, simak lima tips berikut ini. Keep scrolling!

1. Pilih udang yang masih segar sejak awal

Udang
ilustrasi udang (magnific.com/topntp26)

Kualitas penyimpanan sangat bergantung pada kondisi awal udang. Jika sejak awal saja udang sudah gak segar, maka sebaik apa pun cara menyimpannya, daya tahannya tetap terbatas. Ciri udang segar biasanya berwarna cerah, gak berbau menyengat, dan teksturnya masih kenyal.

Hindari membeli udang yang sudah lembek atau berubah warna. Ini tanda bahwa proses pembusukan sudah dimulai. Memulai dari bahan yang baik adalah langkah pertama untuk hasil yang maksimal.

2. Cuci bersih dan buang bagian yang gak diperlukan

Daging udang
ilustrasi daging udang (pixabay.com/strator_zy)

Sebelum disimpan, udang sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu. Buang kepala, kulit, dan kotoran di punggung (usus) agar tidak memicu bau saat disimpan. Proses ini juga membantu menjaga kebersihan dan kualitas rasa.

Setelah dicuci, tiriskan hingga benar-benar tidak ada air berlebih. Air yang tersisa bisa mempercepat pembusukan. Udang yang kering akan lebih tahan lama saat disimpan.

3. Gunakan wadah kedap udara atau plastik tertutup rapat

ilustrasi isi kulkas yang penuh (unsplash.com/Ello)
ilustrasi isi kulkas yang penuh (unsplash.com/Ello)

Udang yang dibiarkan terbuka di kulkas akan lebih cepat terkontaminasi bau dari bahan lain. Selain itu, paparan udara juga mempercepat penurunan kualitas. Oleh karena itu, penting untuk menyimpannya dalam wadah tertutup.

Gunakan wadah kedap udara atau plastik ziplock agar lebih aman. Pastikan gak ada udara berlebih di dalamnya. Penyimpanan yang rapat membantu menjaga kesegaran lebih lama.

4. Simpan di bagian freezer untuk daya tahan maksimal

ilustrasi mengatur suhu kulkas (pexels.com/Kevin Malik)
ilustrasi mengatur suhu kulkas (pexels.com/Kevin Malik)

Jika ingin menyimpan udang lebih dari satu atau dua hari, sebaiknya letakkan di freezer. Suhu dingin ekstrem membantu memperlambat pertumbuhan bakteri. Ini membuat udang bisa bertahan lebih lama tanpa cepat rusak.

Sebelum dimasukkan ke freezer, pastikan udang sudah dibungkus dengan baik. Kamu juga bisa membaginya dalam porsi kecil agar lebih praktis saat digunakan. Ini menghindari proses beku-cair berulang yang bisa merusak tekstur.

5. Hindari mencairkan dan membekukan ulang

ilustrasi udang (unsplash.com/Daniel Klein)
ilustrasi udang (unsplash.com/Daniel Klein)

Salah satu kesalahan umum adalah mencairkan udang lalu membekukannya kembali. Proses ini bisa merusak tekstur dan menurunkan kualitas rasa secara signifikan. Selain itu, risiko kontaminasi bakteri juga meningkat.

Sebaiknya ambil udang sesuai kebutuhan saja saat akan digunakan. Biarkan sisanya tetap dalam kondisi beku. Dengan cara ini, kualitas udang tetap terjaga hingga waktu pemakaian berikutnya.

Selain menjaga tekstur, kebiasaan ini juga membantu mempertahankan rasa alami udang. Udang yang gak mengalami proses berulang biasanya lebih segar saat dimasak. Hasil masakan pun jadi lebih maksimal.

Jadi, menyimpan udang bukan hanya soal memasukkannya ke kulkas saja, ya. Ada proses yang perlu diperhatikan agar kualitas tetap terjaga. Dengan kebiasaan yang tepat, kamu bisa menikmati udang segar kapan saja tanpa khawatir cepat basi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya
Follow Us

Related Articles

See More