Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Cara Mencairkan Udang Beku agar Tetap Juicy setelah Dimasak

Cara Mencairkan Udang Beku agar Tetap Juicy setelah Dimasak
ilustrasi udang beku (commons.wikimedia.org/Faroclom)
  • Udang beku perlu dicairkan perlahan di kulkas atau air dingin, lalu ditiriskan dan dikeringkan agar tidak membuat masakan berair.
  • Bumbu diberikan sesaat sebelum memasak; panaskan bumbu aromatik lebih dulu dan tambahkan saus menjelang udang matang agar cairan tidak banyak keluar.
  • Udang dimasukkan pada tahap akhir masakan dan segera diangkat saat berubah warna serta tidak bening, supaya teksturnya tetap empuk dan juicy.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Udang beku sebenarnya bisa tetap enak setelah dimasak, asalkan tidak diperlakukan seperti udang yang baru dibeli dari pasar. Bahan ini sering kehilangan tekstur lembutnya karena langsung dimasukkan ke wajan dalam kondisi terlalu basah.

Dengan beberapa langkah sederhana, udang beku bisa tetap terasa gurih, lembut, dan berair saat digigit. Berikut beberapa cara mencairkan udang beku agar tetap juicy setelah dimasak.

  1. 1. Cairkan udang sampai esnya hilang, lalu keringkan

    ilustrasi udang beku
    ilustrasi udang beku (commons.wikimedia.org/Doereakai Takranasz)

    Jangan langsung memasukkan udang beku ke wajan panas. Es yang masih menempel akan mencair dan membuat banyak air keluar ketika udang mulai dimasak, terutama kalau udangnya dibekukan dalam jumlah banyak. Akibatnya, tumisan yang seharusnya gurih malah menjadi berair dan udang membutuhkan waktu lebih lama untuk matang.

    Pindahkan udang dari freezer ke kulkas beberapa jam sebelum dimasak agar mencair perlahan. Kalau sedang terburu-buru, udang bisa direndam dalam air dingin sampai es yang menempel hilang, lalu segera ditiriskan. Setelah itu, keringkan permukaannya dengan tisu dapur hingga tidak terlalu basah sebelum dibumbui.

    Langkah ini penting terutama untuk udang yang akan ditumis, dipanggang, atau dimasak dengan sedikit minyak. Permukaan yang tidak terlalu basah membuat udang lebih cepat terkena panas dan bumbu bisa lebih mudah menempel. Jadi, jangan anggap tahap mencairkan dan mengeringkan bisa dilewati begitu saja.

  2. 2. Bumbui sesaat sebelum udang masuk wajan

    ilustrasi udang
    ilustrasi udang (vecteezy.com/Bigc Studio)

    Udang tidak perlu dimarinasi berlama-lama, seperti daging sapi atau ayam. Untuk masakan sederhana, cukup bumbui sesaat sebelum dimasak dengan garam, merica, bawang putih, atau bumbu lain sesuai resep. Kalau terlalu lama didiamkan bersama garam, permukaan udang justru bisa mengeluarkan lebih banyak cairan.

    Untuk tumisan, panaskan minyak terlebih dahulu, kemudian masukkan bumbu aromatik, seperti bawang putih atau bawang merah, sampai harum. Setelah itu, barulah udang dimasukkan dan dimasak dengan cepat. Cara ini membuat bumbu lebih dulu mengeluarkan aroma di minyak, sementara udang cukup dimasak sampai matang tanpa harus berlama-lama di dalam wajan.

    Kalau ingin rasa yang lebih kuat, bumbu saus seperti saus tiram, kecap asin, atau saus mentega bisa dimasukkan menjelang udang matang. Dengan begitu, udang tetap punya rasa gurih dari bumbu tanpa perlu direndam dalam cairan terlalu lama sebelum dimasak.

  3. 3. Angkat udang begitu matang, jangan tunggu mengerut

    ilustrasi memasak udang
    ilustrasi memasak udang (pixabay.com/Didgeman)

    Udang yang sudah matang tidak perlu ditunggu sampai kering, kecil, dan melengkung kuat. Justru ketika bentuknya mulai mengerut dan dagingnya terasa sangat padat, tekstur juicy yang dicari biasanya sudah berkurang. Ini sering terjadi saat udang dimasak sambil menunggu saus mengental atau bahan lain benar-benar matang.

    Kalau membuat tumis udang saus mentega, misalnya, sausnya bisa disiapkan lebih dulu sampai harum dan sedikit mengental. Udang kemudian dimasukkan menjelang akhir dan dimasak sebentar hingga warnanya berubah serta dagingnya tidak lagi terlihat bening. Setelah itu, segera matikan api dan angkat.

    Untuk masakan seperti capcay, mi goreng, atau nasi goreng, udang juga tidak harus dimasukkan sejak awal. Sayuran, mi, atau nasi bisa dimasak terlebih dahulu, kemudian udang ditambahkan ketika masakan sudah hampir selesai. Dengan cara ini, udang tidak ikut melewati seluruh proses memasak dan hasilnya tetap terasa empuk saat dimakan.

    Membuat udang beku tetap juicy sebenarnya lebih banyak soal cara memperlakukannya sebelum dan selama dimasak.  Kalau cara ini sudah terbiasa dilakukan, udang beku jelas tak kalah enak dari udang segar ketika diolah. Teksturnya tetap bisa lembut dan berair, sementara bumbu tumisan juga lebih mudah menempel tanpa membuat hidangan penuh air.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More