Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Cara Menjaga Bahan Makanan Tetap Awet saat Listrik Padam
ilustrasi bahan-bahan makanan (pexels.com/Polina Tankilevitch)
  • Pemadaman listrik bisa membuat bahan makanan cepat rusak, terutama yang disimpan di kulkas atau freezer, sehingga perlu langkah khusus agar tetap aman dikonsumsi.
  • Menjaga pintu kulkas tetap tertutup, memanfaatkan cooler box berisi es batu, dan memindahkan bahan mudah rusak ke freezer membantu mempertahankan suhu dingin lebih lama.
  • Mengelompokkan bahan makanan berdasarkan ketahanannya serta menyatukan makanan beku dalam satu area freezer dapat memperlambat kerusakan dan menjaga kualitas selama listrik padam.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Listrik padam sering kali menjadi momen yang membuat aktivitas rumah tangga sedikit terganggu. Selain membuat ruangan terasa lebih gelap dan peralatan elektronik berhenti berfungsi, ada satu hal yang kerap memicu kekhawatiran, yaitu kondisi bahan makanan yang tersimpan di kulkas atau freezer. Apalagi jika pemadaman terjadi dalam waktu cukup lama atau tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Di tengah situasi tersebut, banyak orang bertanya-tanya, apakah daging, sayuran, atau makanan beku masih aman disimpan dan dikonsumsi? Jangan khawatir, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk membantu menjaga kualitas bahan makanan tetap terjaga.

Berikut lima cara menjaga bahan makanan tetap awet saat listrik padam. Yuk, simak ulasannya dan jangan lupa dipraktikkan!

1. Hindari terlalu sering membuka kulkas dan freezer

ilustrasi kulkas tertutup (pexels.com/Curtis Adams)

Saat listrik padam, suhu dingin di dalam kulkas dan freezer akan bertahan lebih lama jika pintunya tetap tertutup rapat. Kulkas yang tidak sering dibuka dapat mempertahankan suhu aman selama sekitar 4 jam. Sedangkan freezer yang terisi penuh dapat menjaga suhu beku hingga sekitar 48 jam.

Oleh karena itu, usahakan hanya membuka kulkas ketika benar-benar diperlukan. Semakin sering pintu dibuka, semakin cepat suhu dingin keluar dan mempercepat pertumbuhan bakteri pada bahan makanan di dalamnya.

2. Manfaatkan cooler box dan es batu

ilustrasi cooler box (pexels.com/Kampus Production)

Jika pemadaman diperkirakan berlangsung lama, pindahkan bahan makanan yang mudah rusak ke cooler box yang diisi es batu. Penggunaan es batu membantu menjaga suhu makanan tetap berada di sekitar 4 derajat Celsius, yang dapat memperlambat pertumbuhan bakteri.

Pastikan bahan makanan dikemas rapat saat disimpan dalam cooler box berisi es batu, ya. Dengan begitu, tidak terkena lelehan es yang berpotensi memengaruhi kualitas produk tersebut.

3. Pindahkan bahan makanan ke freezer

ilustrasi memindahkan bahan makanan (pexels.com/Lucie Liz)

Langkah lain jika pemadaman akan berlangsung lama adalah segera pindahkan bahan makanan yang mudah rusak dari kompartemen biasa ke dalam freezer. Freezer umumnya mampu mempertahankan suhu dingin lebih lama dibandingkan kompartemen kulkas biasa.

Bahan makanan yang mudah rusak, seperti daging, ikan, atau produk olahan susu, dapat dipindahkan ke freezer untuk membantu memperpanjang masa simpannya. Langkah ini sebaiknya dilakukan sesegera mungkin sebelum suhu di dalam kulkas mulai meningkat.

4. Kelompokkan bahan makanan berdasarkan ketahanannya

ilustrasi bahan-bahan makanan (pexels.com/Collab Media)

Tidak semua bahan makanan memiliki daya tahan yang sama saat suhu meningkat. Produk susu, daging mentah, seafood, hingga makanan siap saji termasuk kategori yang paling cepat rusak. Sedangkan beberapa buah utuh, sayuran tertentu, serta bahan kering seperti beras dan kacang-kacangan relatif lebih tahan.

Kamu bisa mengelompokkannya berdasarkan ketahanan saat disimpan. Cara ini akan membantumu memprioritaskan mana yang harus segera dikonsumsi atau dipindahkan ke tempat penyimpanan yang lebih dingin saat listrik padam.

5. Kelompokkan makanan beku jadi satu tempat

ilustrasi makanan beku (pexels.com/Tyler Mascola)

Saat terjadi pemadaman listrik, makanan beku yang disimpan berdekatan dapat membantu mempertahankan suhu dingin lebih lama. Oleh karena itu, makanan olahan beku sebaiknya tetap dikelompokkan dalam satu area freezer agar suhu dingin di sekitarnya lebih stabil.

Freezer yang terisi penuh cenderung mampu mempertahankan suhu beku lebih lama dibandingkan freezer yang hanya terisi sebagian. Hal ini disebabkan oleh setiap produk beku yang berfungsi layaknya es tambahan yang membantu menjaga suhu di dalam freezer tetap rendah selama listrik padam.

Pemadaman listrik memang dapat meningkatkan risiko kerusakan bahan makanan, terutama produk yang membutuhkan penyimpanan dingin. Namun, dengan cara-cara di atas, kualitas dan keamanan bahan makanan bisa lebih terjaga. Langkah-langkah ini gak hanya membantu mengurangi pemborosan makanan, tetapi juga melindungi keluarga dari risiko penyakit akibat pangan yang tidak layak konsumsi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article