Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Kuliner Eropa yang Dulunya Hanya Boleh Dimakan oleh Bangsawan

5 Kuliner Eropa yang Dulunya Hanya Boleh Dimakan oleh Bangsawan
ilustrasi bangsawan (commons.wikimedia.org/ Gillis van Tilborgh)
  • Lima kuliner Eropa—roast swan, blancmange, foie gras, venison pie, dan marzipan—pernah menjadi santapan eksklusif kerajaan, bangsawan, atau kalangan elite.
  • Kelangkaan bahan, biaya produksi tinggi, proses rumit, serta aturan kepemilikan dan perburuan membuat masyarakat biasa dulu sulit mengakses hidangan tersebut.
  • Seiring perubahan zaman, sebagian besar makanan ini lebih mudah dinikmati, meski foie gras tetap lekat dengan fine dining dan roast swan kini jarang ditemukan akibat perlindungan ketat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Makanan mewah bukan cuma soal harga yang mahal. Di Eropa, ada banyak hidangan yang pada masa lalu hanya bisa dinikmati oleh keluarga kerajaan, bangsawan, atau kalangan elite. Alasannya beragam, mulai dari bahan yang langka, proses memasak yang rumit, hingga aturan sosial yang membatasi siapa saja yang boleh menyantapnya.

Seiring berjalannya waktu, sebagian besar makanan tersebut akhirnya dapat dinikmati masyarakat umum. Meski begitu, beberapa di antaranya masih identik dengan kesan elegan dan sering hadir dalam jamuan resmi atau restoran kelas atas. Berikut lima kuliner Eropa yang dulunya hanya boleh dikonsumsi oleh para bangsawan.

  1. 1. Roast swan

    ilustrasi roast swan
    ilustrasi roast swan (commons.wikimedia.org/ Blake Handley)

    Pada Abad Pertengahan di Inggris, angsa atau swan termasuk hewan yang kepemilikannya diatur secara ketat. Sebagian besar angsa liar dianggap milik kerajaan, sehingga masyarakat biasa tidak bebas memburu maupun mengonsumsinya.

    Karena itu, roast swan hanya muncul dalam pesta besar yang diadakan keluarga kerajaan atau kaum bangsawan. Angsa dipanggang utuh dan disajikan sebagai lambang kemewahan serta status sosial. Kini, hidangan tersebut sudah sangat jarang ditemukan karena angsa di Inggris dilindungi oleh aturan yang ketat.

  2. 2. Blancmange

    ilustrasi blancmange
    ilustrasi blancmange (commons.wikimedia.org/ Auregann)

    Blancmange sudah dikenal sejak Abad Pertengahan dan menjadi salah satu hidangan penutup yang sering muncul di meja kaum bangsawan Prancis maupun Inggris. Pada masa itu, gula dan almond merupakan bahan yang mahal sehingga hanya kalangan tertentu yang mampu menyajikannya.

    Awalnya, blancmange dibuat dari susu almon, gula, dan daging ayam yang dihaluskan. Seiring waktu, resepnya berubah menjadi pencuci mulut berbahan susu dengan tekstur lembut seperti puding. Walaupun tampilannya kini sederhana, dulunya makanan ini menjadi simbol kemewahan.

  3. 3. Pâté de foie gras

    ilustrasi pâté de foie gras
    ilustrasi pâté de foie gras (commons.wikimedia.org/ Nikodem Nijaki)

    Foie gras berasal dari hati angsa atau bebek yang dibesarkan menggunakan metode khusus. Di Prancis, hidangan ini sejak lama menjadi bagian dari jamuan kaum bangsawan karena membutuhkan biaya produksi yang tinggi dan bahan bakunya terbatas.

    Teksturnya lembut dengan rasa yang kaya sehingga biasanya disajikan bersama roti, brioche, atau selai buah. Hingga sekarang, foie gras masih identik dengan restoran fine dining dan acara makan malam yang bersifat resmi.

  4. 4. Venison pie

    ilustrasi venison pie
    ilustrasi venison pie (commons.wikimedia.org/ FGM)

    Di Inggris pada masa lalu, rusa yang hidup di hutan kerajaan hanya boleh diburu oleh raja atau bangsawan yang memiliki izin khusus. Aturan tersebut membuat daging rusa menjadi bahan makanan yang sangat langka bagi masyarakat biasa.

    Salah satu olahan yang terkenal adalah venison pie, yaitu pai berisi daging rusa yang dimasak bersama rempah dan saus kental. Hidangan ini sering hadir dalam pesta besar di kastel sebagai sajian utama untuk para tamu terhormat.

  5. 5. Marzipan

    ilustrasi marzipan
    ilustrasi marzipan (commons.wikimedia.org/ O.Mustafin)

    Saat ini marzipan mudah ditemukan di berbagai toko kue di Eropa. Namun, pada Abad Pertengahan hingga awal era modern, makanan berbahan dasar almond dan gula ini termasuk barang mewah karena kedua bahan tersebut harus didatangkan melalui jalur perdagangan yang panjang.

    Marzipan sering dibentuk menjadi buah, bunga, atau miniatur dengan detail yang sangat rapi untuk menghiasi jamuan kerajaan. Selain menjadi hidangan penutup, manisan ini juga menunjukkan status sosial tuan rumah karena hanya kalangan berada yang mampu menyajikannya.

    Banyak makanan yang sekarang terasa biasa ternyata pernah menjadi simbol kekuasaan dan kemewahan di Eropa. Nilai sebuah hidangan pada masa lalu sering ditentukan oleh sulit atau mudahnya memperoleh bahan baku, bukan semata-mata karena rasanya.

    Kini, perubahan zaman membuat sebagian besar kuliner tersebut lebih mudah dinikmati oleh siapa saja. Meski begitu, kisah di balik setiap hidangan tetap menarik untuk dipelajari karena memperlihatkan bagaimana sejarah, tradisi, dan budaya ikut membentuk dunia kuliner yang kita kenal sekarang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More