7 Cara Simpan Melon yang Sudah Terbuka, biar Gak Tercemar Bakteri E. coli

- Uji laboratorium pada makanan program MBG di Berastagi menemukan Bacillus cereus pada nasi, Staphylococcus aureus pada ikan dencis bersaus, serta E. coli pada sampel melon.
- Melon perlu dicuci sebelum dipotong; tangan, pisau, talenan, wadah, dan permukaan dapur harus bersih untuk mencegah perpindahan bakteri dan kontaminasi silang.
- Potongan melon wajib segera didinginkan pada sekitar 4°C dalam wadah tertutup, dikonsumsi maksimal tujuh hari, serta dibuang setelah lebih dari dua jam di suhu ruang.
Kekhawatiran soal keamanan makanan kembali menjadi perhatian. Ini terjadi setelah hasil uji mikrobiologi mengungkap adanya kontaminasi bakteri pada makanan yang disajikan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatra Utara.
Hasil pemeriksaan UPTD Laboratorium Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatra Utara dengan nomor 008.2/4129/UPTD LABKES/VIII/2026 tertanggal 16 Agustus 2026 menemukan tiga jenis bakteri pada sejumlah sampel makanan. Baik dari sekolah maupun sampel biologis korban.
Sejumlah makanan diketahui positif mengandung bakteri yang berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan. Sampel nasi terdeteksi positif Bacillus cereus, sedangkan ikan dencis dengan saus ditemukan mengandung Staphylococcus aureus. Sementara itu, sampel buah melon dari sekolah dinyatakan positif terpapar Escherichia coli atau E. coli.
Temuan tersebut membuat keamanan dalam mengolah dan menyimpan makanan kembali menjadi sorotan. Termasuk buah yang biasa dikonsumsi dalam keadaan segar. Melon memang tidak selalu dianggap sebagai makanan yang berisiko. Namun, setelah dipotong, buah ini membutuhkan penanganan yang lebih hati-hati.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC) bahkan memasukkan melon yang sudah dipotong sebagai salah satu makanan yang lebih berisiko terkontaminasi bakteri. Apalagi jika tidak ditangani dan disimpan dengan tepat.
Melon yang sudah terbuka sebaiknya tidak dibiarkan begitu saja di meja makan, apalagi dalam waktu lama. Lantas, bagaimana cara menyimpan melon yang sudah dipotong agar tetap aman dikonsumsi dan meminimalkan risiko pertumbuhan bakteri? Simak caranya berikut ini!
Table of Content
1. Cuci melon sebelum dipotong
Sebelum membelah melon, pastikan bagian kulit buah sudah dicuci terlebih dahulu di bawah air mengalir. Langkah ini penting karena bakteri yang berada di permukaan kulit dapat berpindah ke bagian daging buah saat melon dipotong.
Departemen Pertanian Amerika Serikat atau United States Department of Agriculture (USDA) menyarankan permukaan melon dicuci secara menyeluruh dengan air mengalir. Bila diperlukan, gosok menggunakan sikat khusus yang bersih sebelum dipotong. Bagian yang memar atau rusak juga sebaiknya dipotong dan dibuang.
Jangan lupa mencuci tangan dengan sabun sebelum mengolah buah. Pisau, talenan, wadah, dan permukaan meja yang digunakan juga perlu dalam keadaan bersih. Hal ini membantu mengurangi kemungkinan terjadinya kontaminasi silang dari tangan atau peralatan ke melon.
2. Gunakan pisau dan talenan yang bersih

Potret memotong melon (magnific.com/stockking) Setelah kulit melon dicuci, gunakan pisau dan talenan yang bersih untuk memotongnya. Sebisa mungkin, hindari menggunakan talenan buah untuk mengolah daging, ayam, ikan, atau bahan makanan mentah lainnya tanpa dicuci terlebih dahulu.
Bakteri dapat berpindah dari satu bahan makanan ke bahan makanan lain melalui peralatan dapur. Karena melon biasanya dimakan langsung tanpa proses pemasakan yang dapat membunuh bakteri, kebersihan peralatan menjadi salah satu hal yang tidak boleh diabaikan.
CDC juga menganjurkan agar tangan, peralatan, talenan, dan permukaan dapur dibersihkan dengan baik. Terutama sebelum maupun setelah menyiapkan makanan.
3. Segera masukkan melon yang sudah dipotong ke kulkas
Ini menjadi salah satu langkah paling penting. Setelah melon dibelah atau dipotong, jangan membiarkannya terlalu lama pada suhu ruang. Masukkan potongan melon ke dalam kulkas sesegera mungkin.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat atau Food and Drug Administration (FDA) menyebut melon yang sudah dipotong termasuk makanan yang memerlukan pengendalian waktu dan suhu. Karena setelah dipotong, kondisi buah dapat mendukung pertumbuhan patogen. Untuk penyimpanan, suhu yang direkomendasikan adalah sekitar 4 derajat Celsius atau lebih rendah.
CDC juga menyarankan buah yang sudah dipotong untuk segera didinginkan. Melon yang dibiarkan pada suhu ruang selama lebih dari dua jam sudah masuk kategori yang lebih berisiko. Sedangkan batasnya menjadi satu jam jika berada pada suhu di atas 32 derajat Celsius. Misalnya saat dibawa dalam mobil atau berada di luar ruangan yang panas.
4. Simpan dalam wadah tertutup

Potret melon (pexels.com/Alleksana) Jangan menyimpan potongan melon begitu saja di dalam kulkas tanpa perlindungan. Masukkan melon ke dalam wadah makanan yang bersih dan memiliki penutup rapat.
Wadah tertutup membantu melindungi melon dari paparan kotoran serta mengurangi kemungkinan kontaminasi silang dari makanan lain di dalam kulkas. Buah juga sebaiknya diletakkan terpisah dari bahan makanan mentah. Terutama daging, ayam, dan seafood.
Jika tidak memiliki wadah kedap udara, melon dapat disimpan dalam wadah bersih yang ditutup rapat menggunakan penutup atau bahan pembungkus makanan yang sesuai.
5. Jangan mencampur melon baru dengan potongan lama
Kalau masih memiliki potongan melon sebelumnya, sebaiknya jangan langsung mencampurkannya dengan melon yang baru dipotong. Simpan dalam wadah terpisah agar lebih mudah mengetahui kapan masing-masing buah mulai disimpan.
Cara ini juga membantu menghindari potongan lama yang mungkin sudah mengalami penurunan kualitas, sehingga bisa mencemari potongan melon yang masih baru. Pastikan pula wadah penyimpanan selalu bersih sebelum digunakan kembali.
6. Perhatikan berapa lama melon disimpan

Potret melon (unsplash.com/ K8) Menyimpan melon di kulkas bukan berarti buah tersebut bisa bertahan tanpa batas waktu. CDC menyebut melon yang sudah dipotong dan disimpan dalam lemari pendingin sebaiknya dikonsumsi dalam waktu tujuh hari atau kurang.
Namun, untuk mendapatkan kualitas dan keamanan yang lebih baik, sebaiknya melon dikonsumsi sesegera mungkin setelah dipotong. Jangan hanya mengandalkan tampilan atau aroma. Makanan yang sudah terkontaminasi bakteri tidak selalu menunjukkan perubahan yang jelas pada warna, bau, maupun teksturnya.
Ada pula ciri melon yang sebaiknya tidak dikonsumsi. Jika melon sudah terlihat berlendir, berubah warna secara tidak wajar, mengeluarkan aroma yang mencurigakan, atau penyimpanannya tidak diketahui dengan jelas.
7. Buang melon jika terlalu lama berada di suhu ruang
Kalau potongan melon terlanjur dibiarkan di meja makan selama berjam-jam, jangan memasukkannya kembali ke kulkas dengan harapan akan kembali aman. Menurut USDA, melon yang sudah dipotong dan berada pada suhu 41 derajat Fahrenheit atau sekitar 5 derajat Celsius ke atas harus dibuang setelah empat jam dalam konteks penanganan pangan.
Sementara untuk konsumen di rumah, CDC menggunakan aturan yang lebih ketat. Melon yang sudah dipotong setelah berada di suhu ruang lebih dari dua jam atau satu jam dalam kondisi sangat panas, maka harus dibuang.
Artinya, semakin lama melon berada dalam kondisi hangat, semakin besar pula kesempatan bakteri untuk berkembang. Mendinginkannya setelah terlambat tidak dapat menghapus kontaminasi yang mungkin sudah terjadi.
Melalui langkah sederhana seperti mencuci buah sebelum dipotong, menggunakan peralatan yang bersih, menyimpan melon dalam wadah tertutup, dan segera memasukkannya ke kulkas, dapat menekan risiko kontaminasi. Terlebih, melon yang sudah terbuka memang membutuhkan penanganan berbeda dibandingkan buah yang masih utuh.
Kasus kontaminasi E. coli pada sampel melon dalam makanan MBG di Berastagi juga menjadi pengingat bahwa keamanan pangan tidak hanya bergantung pada jenis makanan. Namun, juga bagaimana bahan tersebut diolah, dipotong, disimpan, hingga disajikan. Dengan penanganan yang tepat sejak di dapur, buah segar seperti melon tetap dapat dinikmati dengan lebih aman.




















