Mencicipi aneka kuliner lokal menjadi salah satu agenda wajib saat liburan ke Bali. Namun, keseruan berburu makanan dan minuman baru terkadang dibayangi risiko Bali Belly, istilah yang umum digunakan untuk menggambarkan gangguan pencernaan yang sering dialami wisatawan mancanegara selama berlibur di Bali. Kondisi ini bisa muncul secara tiba-tiba dan membuat aktivitas liburan jadi terhambat.
Oleh karena itu, menjaga kesehatan pencernaan selama perjalanan sama pentingnya dengan menyusun itinerary wisata. Dengan lebih selektif dalam memilih makanan dan minuman serta menerapkan beberapa kebiasaan sederhana, risiko mengalami Bali belly dapat diminimalisir.
Nah, sebelum mulai menjelajahi Pulau Dewata, ada baiknya mengetahui beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghindari kondisi Bali belly tersebut.
