Tulumba adalah donat Turki berbentuk silinder pendek dengan guratan-guratan memanjang di permukaannya. Sepintas sangat mirip churros, tapi lebih padat dan lebih kenyal. Adonannya menggunakan tepung semolina yang memberi tekstur unik, lebih berat dari donat ragi biasa, tapi tidak sekering kue kering.
Setelah digoreng hingga kuning keemasan, tulumba langsung direndam dalam sirup gula encer beraroma air mawar atau lemon selama beberapa menit. Tulumba berasal dari tradisi kuliner Ottoman dan masih sangat mudah ditemukan di pastane, yaitu toko kue tradisional Turki, maupun di pedagang kaki lima di Istanbul. Disajikan dalam wadah kecil bersama teh hitam, tulumba menjadi camilan sore yang sederhana tapi memuaskan.
Makanan yang mirip tulumba juga ada di beberapa negara Balkan dan Timur Tengah dengan nama berbeda-beda, seperti loukoumades di Yunani atau zalabiya di beberapa negara Arab. Ini memperlihatkan betapa luasnya pengaruh masakan Ottoman dalam membentuk tradisi kuliner di kawasan tersebut. Di Indonesia, makanan yang paling mendekati profil rasa tulumba mungkin adalah jalebi dari India yang kadang dijual di restoran India, meskipun teksturnya dan prosesnya cukup berbeda.
Dari Polandia sampai Turki, masing-masing punya varian donat yang menggugah selera. Meski belum banyak dijumpai di sini, tak ada salahnya untuk menjajal salah satunya sekali seumur hidup. Mana yang paling bikin kamu penasaran untuk dicoba duluan?