Memasak dengan sedikit minyak bisa dilakukan tanpa membuat makanan terasa hambar atau kurang menggugah selera. Kuncinya ada pada pemilihan bahan, jenis alat masak, dan cara mengolah makanan supaya tetap matang dengan baik. Dengan beberapa cara, penggunaan minyak di dapur bisa dikurangi tanpa perlu mengubah menu sehari-hari secara drastis.
5 Tips Memasak Minim Minyak, Lebih Sehat Tanpa Ribet

- Wajan antilengket yang dipanaskan lebih dulu memungkinkan penggunaan minyak tipis saat menumis, memasak telur, atau memanggang ayam, dengan api sedang agar matang merata.
- Metode kukus, rebus, panggang, oven, dan air fryer dapat menggantikan penggorengan; sedikit minyak cukup untuk memberi warna kecokelatan atau tekstur lebih garing.
- Kaldu bisa dipakai bertahap untuk menumis, sementara bahan rendah lemak dan botol semprot minyak membantu mengontrol penggunaan minyak tanpa mengurangi rasa.
Minyak tetap bisa digunakan untuk menumis atau menggoreng, tetapi jumlahnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan masakan. Supaya proses memasak terasa mudah, coba beberapa tips memasak minim minyak berikut saat menyiapkan makanan di rumah.
1. Gunakan teflon atau wajan antilengket

ilustrasi wajan anti lengket (unsplash.com/Sternsteiger Germany) Teflon atau wajan antilengket membuat bahan makanan tidak mudah menempel pada permukaan saat dimasak. Kondisi ini memungkinkan kamu menggunakan sedikit minyak ketika menumis sayuran, memasak telur, atau membuat ayam panggang. Cukup oleskan minyak tipis-tipis pada permukaan wajan menggunakan kuas masak atau tisu dapur.
Pastikan wajan sudah cukup panas sebelum bahan dimasukkan agar makanan tidak terlalu lama berada di atas permukaan panas. Gunakan api sedang supaya bagian luar makanan tidak cepat gosong sebelum bagian dalamnya matang. Cara ini juga membuat minyak lebih mudah dikontrol karena kamu tidak perlu menuangkannya langsung dalam jumlah banyak.
2. Pilih cara memasak selain menggoreng

ilustrasi mengukus makanan (freepik.com/valeria_aksakova) Mengukus, merebus, memanggang, dan menumis dapat menjadi pilihan ketika ingin mengurangi penggunaan minyak. Sayuran seperti brokoli, wortel, dan jagung tetap terasa lezat setelah dikukus, terutama jika diberi bumbu atau saus setelah matang. Untuk ayam dan ikan, proses memanggang bisa menghasilkan permukaan yang kecokelatan dengan penggunaan minyak yang jauh lebih sedikit.
Kamu juga bisa menggunakan oven atau air fryer untuk membuat makanan yang biasanya digoreng. Oleskan sedikit minyak pada permukaan bahan jika ingin mendapatkan warna kecokelatan dan tekstur yang lebih garing. Dengan begitu, makanan tetap memiliki sensasi panggang atau renyah tanpa harus terendam dalam minyak.
3. Gunakan kaldu untuk menumis

ilustrasi kaldu (unsplash.com/Monika Grabkowska) Menumis tidak selalu harus dimulai dengan minyak dalam jumlah banyak karena sedikit kaldu saja sudah membantu menjaga bahan tetap lembap selama dimasak. Cara ini cocok untuk sayuran, jamur, atau bahan lain yang cepat matang dan tidak membutuhkan banyak lemak untuk menghasilkan rasa yang enak. Tuangkan kaldu sedikit demi sedikit sambil mengaduk bahan agar tidak terlalu banyak cairan di dalam wajan.
Bumbu seperti bawang putih, bawang bombai, lada, dan rempah tetap bisa digunakan untuk memperkuat rasa masakan. Jika ingin memakai minyak, tambahkan sedikit saja setelah bahan mulai matang agar aromanya tetap terasa. Cara tersebut cocok dilakukan untuk tumisan lauk sehari-hari.
4. Pilih bahan yang tidak membutuhkan banyak minyak

ilustrasi memasak daging (freepik.com/Kamran Aydinov) Jenis bahan makanan juga menentukan seberapa banyak minyak yang diperlukan saat memasak. Ikan, ayam tanpa kulit, tahu, tempe, jamur, dan berbagai sayuran dapat diolah dengan teknik panggang, kukus, atau tumis menggunakan minyak secukupnya. Bahan yang sudah memiliki lemak alami juga tidak perlu diberi minyak dalam jumlah berlebihan.
Saat memasak daging, pilih bagian yang tidak terlalu berlemak jika ingin mengurangi penggunaan minyak. Lemak dari bahan tersebut akan keluar ketika dipanaskan, sehingga tambahan minyak dapat dibuat seminimal mungkin. Dengan memilih bahan sejak awal, proses memasak menjadi lebih mudah dan hasil akhirnya tetap terasa gurih.
5. Gunakan botol semprot minyak

ilustrasi menyemprotkan minyak (pexels.com/RDNE Stock project) Botol semprot membantu mengeluarkan minyak dalam lapisan tipis sehingga jumlah yang digunakan lebih mudah dikontrol. Alat ini cocok untuk memanggang ayam, membuat telur, menumis sayuran, atau mengolesi permukaan loyang sebelum digunakan. Beberapa semprotan sudah cukup untuk melapisi permukaan wajan atau bahan makanan tanpa menuangkan minyak secara langsung.
Pastikan minyak disemprotkan secara merata agar makanan tidak menempel. Jika menggunakan minyak dalam botol semprot yang dapat diisi ulang, pilih minyak yang sesuai dengan jenis masakan dan petunjuk penggunaan alat. Cara ini bisa membantu mengurangi minyak tanpa membuat proses memasak terasa merepotkan.
Tips memasak minim minyak dapat dilakukan dengan cara yang mudah tanpa harus mengorbankan rasa makanan. Penggunaan wajan antilengket, cara memanggang atau mengukus, tambahan kaldu, pemilihan bahan, hingga botol semprot dapat membantu mengontrol jumlah minyak di dapur. Dengan menyesuaikan cara memasak dan bumbu yang digunakan, makanan tetap terasa enak sekaligus lebih ringan untuk dinikmati sehari-hari.





















