Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Trik Membuat Nasi Kuning Pulen, Wangi, dan Gak Mudah Basi

5 Trik Membuat Nasi Kuning Pulen, Wangi, dan Gak Mudah Basi
ilustrasi nasi kuning (magnific.com/topntp26)
  • Pilih beras berkualitas dengan butiran utuh, cuci secukupnya, lalu rendam agar menyerap air merata; sedikit beras ketan dapat membantu menghasilkan tekstur lebih pulen.
  • Sesuaikan takaran santan dan cairan dengan jenis beras, lalu campurkan kunyit, garam, daun salam, serai, serta pandan secara merata untuk rasa gurih dan aroma khas.
  • Pastikan cairan terserap sebelum pengukusan, kukus hingga matang tanpa sering membuka tutup, lalu dinginkan sebelum disimpan dalam wadah bersih atau kulkas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Nasi kuning yang pulen, harum, dan warnanya kuning cerah memang susah ditolak, apalagi kalau sudah terbayang lauk-pauk yang menemaninya. Namun, saat bikin sendiri di rumah, hasilnya kadang gak sesuai ekspektasi, lho, nasi bisa terlalu lembek, kurang gurih, atau justru cepat basi. Padahal, baru mencium aromanya saja sudah bikin perut keroncongan, apalagi kalau sudah lengkap dengan ayam, telur, dan sambal.

Nah, hasil nasi kuning ternyata gak cuma bergantung pada banyaknya santan atau bumbu yang digunakan, lho. Mulai dari pemilihan beras, takaran cairan, sampai cara memasaknya bisa menentukan tekstur dan daya simpannya. Yuk, simak beberapa trik membuat nasi kuning pulen, wangi, dan gak mudah basi supaya hasilnya lebih maksimal!

  1. 1. Pilih beras dengan kualitas yang bagus

    ilsutrasi beras untuk ketupat
    ilustrasi beras untuk ketupat (freepik.com/freepik)

    Hasil nasi kuning yang pulen sebenarnya berawal dari jenis beras yang dipilih, lho. Pilih beras yang memiliki butiran utuh dan bersih agar teksturnya tetap enak setelah dimasak dengan santan dan bumbu. Kalau ingin hasil yang lebih pulen, kamu bisa menambahkan sedikit beras ketan ke dalam beras putih yang digunakan.

    Sebelum memasak, cuci beras secukupnya sampai air cucian terlihat jernih tanpa perlu menggosoknya terlalu kuat. Setelah itu, rendam beras selama beberapa waktu agar butiran dapat menyerap air dengan merata dan lebih cepat matang. Langkah sederhana ini dapat membantu menciptakan nasi kuning yang pulen tanpa menjadi lembek.

  2. 2. Gunakan takaran santan yang pas

    ilustrasi santan sebgai bahan masakan
    ilustrasi santan sebagai bahan masakan (freepik.com/kroshka__nastya)

    Santan adalah salah satu kunci penting yang memberi rasa gurih serta aroma pada nasi kuning. Namun, menggunakan terlalu banyak santan atau cairan justru bisa membuat tekstur nasi menjadi lembek dan kurang enak saat dimakan. Oleh karena itu, sesuaikan jumlah cairan berdasarkan jenis beras yang digunakan, ya.

    Kamu juga dapat menambahkan daun salam, serai, dan daun pandan saat memasak untuk memperkuat aroma. Bumbu seperti kunyit dan sedikit garam sebaiknya dicampurkan secara merata agar rasa nasi gak cuma gurih di beberapa bagian. Perpaduan antara santan dan rempah-rempah inilah yang bikin nasi kuning punya aroma khas yang sangat menggoda.

  3. 3. Masak sampai airnya benar-benar terserap

    ilustrasi memasak dengan api sedang cenderung kecil
    ilustrasi memasak dengan api sedang cenderung kecil (freepik.com/freepik)

    Setelah memasukkan beras dan bumbu, jangan terlalu cepat mematikan kompor hanya karena bagian atas sudah terlihat matang. Periksa untuk memastikan semua cairan sudah terserap dengan sempurna agar nasi gak terlalu basah ketika memasuki tahap selanjutnya. Aduk perlahan sesekali agar santan dan bumbu tersebar dengan baik.

    Kalau menggunakan metode aron, masak beras hingga setengah matang sebelum beralih ke proses pengukusan. Teknik ini membantu menciptakan tekstur nasi yang lebih pulen dan memastikan setiap butiran matang dengan merata. Gak perlu terlalu sering diaduk, karena terlalu banyak mengaduk bisa menyebabkan nasi mudah hancur dan hasilnya bisa menjadi terlalu lembek.

  4. 4. Kukus nasi sampai matang sempurna

    ilustrasi mengukus makanan
    ilustrasi mengukus makanan (freepik.com/senivpetro)

    Mengukus merupakan langkah penting kalau ingin menghasilkan nasi kuning yang memiliki tekstur pulen dan gak mudah menggumpal. Setelah proses aron selesai, pindahkan nasi ke dalam kukusan yang sudah panas dan ratakan permukaannya. Pastikan uap panas bisa bersirkulasi dengan baik agar semua bagian nasi matang merata.

    Saat proses pengukusan, hindari membuka tutup kukusan terlalu sering karena bisa membuat suhu di dalamnya menurun. Tunggu hingga nasi sepenuhnya matang, kemudian cek teksturnya sebelum diangkat. Kalau hasilnya pulen dengan butiran yang tetap terasa, berarti proses memasaknya sudah pas, lho.

  5. 5. Dinginkan dan simpan dengan cara yang tepat

    ilustrasi nasi kuning
    ilustrasi nasi kuning (magnific.com/topntp26)

    Nasi kuning yang baru matang memang paling menggoda saat masih hangat, tetapi jangan langsung memasukkannya ke wadah tertutup ketika masih mengepul. Uap yang terperangkap bisa membuat permukaan nasi menjadi lembap dan kondisi ini dapat mempercepat kerusakan makanan. Setelah uap panas berkurang, pindahkan nasi ke wadah yang bersih dan sesuai kebutuhan.

    Kalau nasi kuning belum mau langsung disantap, sebaiknya simpan di kulkas dan jangan terlalu lama membiarkannya di suhu ruang. Kamu juga bisa membaginya ke dalam beberapa porsi sebelum disimpan supaya lebih praktis saat ingin menghangatkannya kembali. Nah, cara penyimpanan yang tepat gak kalah penting dari proses memasaknya agar nasi kuning tetap enak dan aman saat disantap.

    Bikin nasi kuning yang pulen, wangi, dan gak mudah basi ternyata gak cukup cuma mengandalkan bumbu yang enak, lho. Pemilihan beras, takaran santan, proses memasak, sampai cara menyimpannya ikut menentukan hasil akhirnya. Nah, kalau semua langkahnya sudah tepat, nasi kuning buatan rumah pun siap jadi menu andalan yang bikin susah berhenti nambah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team
Agsa Tian
EditorAgsa Tian

Related Articles

See More