Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Pintxos, Kuliner Spanyol yang Ditusuk Pakai Tusuk Gigi
ilustrasi pintxos (unsplash.com/Paul)
  • Pintxos adalah kuliner khas Basque berbentuk makanan kecil di atas roti yang ditusuk tusuk gigi, mencerminkan budaya sosial masyarakat setempat.
  • Hidangan ini berbeda dari tapas karena penyajiannya menggunakan roti dan tusuk gigi, serta identik dengan wilayah Basque seperti San Sebastián dan Bilbao.
  • Variasi pintxos kini sangat beragam, dari bahan sederhana hingga kreasi modern, disajikan panas atau dingin sebagai bagian penting pengalaman kuliner di utara Spanyol.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kalau berlibur ke Spanyol, jangan hanya berburu paella atau churros. Saat singgah di kawasan Basque Country, terutama di San Sebastián atau Bilbao, kamu akan menemukan deretan bar yang memajang makanan mungil di atas meja. Sekilas tampilannya mirip tapas, tetapi warga lokal menyebutnya pintxos. Makanan berukuran sekali gigit itu biasanya disajikan di atas sepotong roti dengan tusuk gigi, dan bahan utamanya sangat beragam, mulai dari daging, makanan laut, zaitun, hingga paprika.

Kuliner khas Spanyol ini bukan sekadar camilan, melainkan telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Basque yang gemar bersosialisasi sambil menikmati makanan dalam porsi kecil. Bahkan, banyak wisatawan menganggap pengalaman berburu pintxos dari satu bar ke bar lain sebagai salah satu aktivitas wajib saat menjelajahi wilayah utara Spanyol.

Lantas, apa yang membuat pintxos begitu istimewa? Yuk, simak lima fakta menariknya di bawah ini!

1. Namanya berasal dari kata yang berarti menusuk

ilustrasi disajikan dengan tusuk gigi (unsplash.com/Paul)

Nama pintxos (diucapkan peen-chos) berasal dari bahasa Basque pintza atau kata dalam bahasa Spanyol pincho, yang berarti duri atau tusukan. Sesuai namanya, hidangan ini secara tradisional disajikan menggunakan tusuk gigi atau lidi yang berfungsi menyatukan berbagai bahan makanan di atas sepotong roti.

Karena ciri khas tersebut, pintxos sering dijuluki sebagai kuliner Spanyol yang ditusuk pakai tusuk gigi. Meski kini banyak kreasi modern yang tidak lagi menggunakan tusuk gigi, nama pintxos tetap dipertahankan sebagai identitas kuliner khas Basque.

2. Berasal dari Basque Country, bukan seluruh Spanyol

ilustrasi suasana kota San Sebastián (unsplash.com/David Vives)

Banyak orang mengira pintxos berasal dari seluruh wilayah Spanyol. Namun, makanan ini lahir di Basque Country, komunitas otonom di bagian utara Spanyol yang terkenal dengan tradisi gastronominya.

Kota seperti San Sebastián dan Bilbao menjadi destinasi terbaik untuk menikmati pintxos. Di sana, hampir setiap bar memiliki kreasi masing-masing, mulai dari resep klasik hingga hidangan modern dengan sentuhan fine dining.

3. Berbeda dengan tapas

ilustrasi sajian tapas (unsplash.com/CHUTTERSNAP)

Meski sama-sama disajikan dalam porsi kecil, pintxos dan tapas bukanlah makanan yang sama. Perbedaan paling mudah dikenali adalah penyajiannya.

Pintxos biasanya disusun di atas roti dan ditahan menggunakan tusuk gigi, sedangkan tapas dapat berupa aneka hidangan kecil tanpa roti maupun tusuk gigi. Selain itu, pintxos identik dengan budaya Basque, sedangkan tapas dapat ditemukan di hampir seluruh wilayah Spanyol dengan variasi yang sangat beragam.

4. Menikmati pintxos menjadi tradisi sosial

ilustrasi berkunjung ke bar (unsplash.com/Brett Wharton)

Bagi masyarakat Basque, makan pintxos bukan sekadar untuk mengisi perut. Ada tradisi berpindah dari satu bar ke bar lain sambil meikmati beberapa jenis pintxos dan minuman

Alih-alih duduk lama di satu tempat, pengunjung biasanya mencicipi satu atau dua pintxos, lalu melanjutkan perjalanan ke bar berikutnya. Tradisi ini pun membuat wisata kuliner di Basque terasa lebih hidup serta interaktif.

5. Variasinya sangat beragam

sajian pintxos di salah satu bar di San Sebastián (instagram.com/antoniobarss)

Dulu, pintxos hanya terdiri atas roti dengan ikan teri, zaitun, atau paprika yang ditusuk menjadi satu. Kini, variasinya berkembang pesat, seperti gilda yang berupa kombinasi ikan teri, zaitun hijau, dan cabai guindilla. Ada juga tortilla pintxo dengan potongan tortilla kentang khas Spanyol di atas roti, serta pintxos dengan seafood, seperti udang, gurita, atau cumi-cumi.

Pintxos juga disajikan dalam kondisi panas maupun dingin. Pintxos dingin biasanya ditata rapi di atas konter bar dan siap langsung diambil untuk dinikmati menggunakan bahan segar yang tidak perlu dimasak ulang. Sedangkan pintxos panas dibuat berdasarkan pesanan yang bisa dipesan langsung ke staf bar, dengan bahan umum berupa makanan yang digoreng atau dipanggang agar tetap segar serta renyah saat dinikmati.

Di balik ukurannya yang mungil, pintxos menyimpan cerita yang menjadikannya sebagai salah satu ikon kuliner Spanyol yang wajib dicoba. Jadi, jika suatu hari berkesempatan menjelajahi San Sebastián atau Bilbao, jangan lewatkan kesempatan mencicipi pintxos langsung di bar-bar lokal. Pengalaman ini bukan hanya memanjakan lidah, tetapi juga memperkenalkanmu pada salah satu tradisi gastronomi paling khas di Spanyol.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article