Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Minyak Goreng Cepat Hitam? Ini 5 Penyebab yang Sering Dilakukan

3 min read
Kenapa Minyak Goreng Cepat Hitam? Ini 5 Penyebab yang Sering Dilakukan
ilustrasi menggoreng (pexels.com/cottonbro)
  • Memanaskan minyak pada suhu terlalu tinggi atau hingga berasap mempercepat penurunan kualitasnya, membuat warna lebih gelap, aroma berubah, dan tekstur mengental.
  • Sisa tepung, bumbu, serta serpihan makanan yang tertinggal akan terus terkena panas, menjadi gosong, lalu bercampur sehingga minyak keruh dan menghitam.
  • Bahan terlalu basah, pemakaian berulang untuk beragam makanan, serta wajan dan alat masak yang kurang bersih membuat minyak baru lebih cepat gelap.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Buat kamu yang sering memasak, pasti pernah mengalami minyak goreng yang baru dipakai dua atau tiga kali tapi sudah berubah menjadi gelap. Padahal, awalnya minyak terlihat jernih dan bersih. Setelah digunakan untuk menggoreng beberapa bahan makanan, warnanya perlahan berubah kuning tua, kecokelatan, bahkan hampir hitam.

Selain membuat tampilan makanan kurang menarik, minyak yang terlalu gelap juga sering meninggalkan bau dan rasa yang kurang sedap. Kalau kamu sering merasa minyak goreng di rumah cepat hitam, mungkin ada kebiasaan yang tanpa sadar menjadi penyebabnya. Berikut ini lima penyebab minyak goreng menghitam yang jarang disadari.

  1. 1. Suhu minyak terlalu panas dalam waktu lama

    Mengecilkan api kompor
    ilustrasi mengecilkan api kompor (pexels.com/rdne)

    Salah satu penyebab minyak goreng cepat hitam adalah suhu yang terlalu tinggi. Saat minyak dipanaskan terus-menerus, apalagi sampai mengeluarkan asap, kualitasnya akan lebih cepat menurun. Panas yang tinggi dapat mempercepat perubahan pada minyak. Warna minyak menjadi lebih gelap, aromanya berubah, dan teksturnya lebih kental dibandingkan sebelumnya.

    Semakin sering minyak mengalami pemanasan dengan suhu ekstrem, semakin cepat pula kondisinya memburuk. Masalahnya, banyak orang sengaja menggunakan api besar agar makanan cepat matang. Padahal bagian dalam makanannya belum tentu matang sempurna. Selalu gunakan api sedang dan sesuaikan suhu dengan jenis makanan yang sedang digoreng.

  2. 2. Banyak sisa tepung dan bumbu yang tertinggal di dalam minyak

    Minyak panas
    ilustrasi menggoreng (pexels.com/Salim Da)

    Pernah memperhatikan remah-remah tepung di dasar wajan setelah menggoreng makanan berbalut tepung? Sisa inilah yang menjadi salah satu penyebab minyak goreng cepat berubah gelap. Saat terkena panas, potongan tepung, bumbu, atau serpihan makanan akan terus digoreng di dalam minyak.

    Lama-kelamaan, sisa tersebut berubah menjadi kecokelatan lalu gosong. Warna dan partikel gosong itu kemudian bercampur dengan minyak. Sehingga, tampilannya menjadi semakin keruh dan hitam. Untuk mengurangi masalah ini, angkat sisa remah yang mengapung secara berkala menggunakan saringan kecil, ya!

  3. 3. Bahan makanan masih mengandung banyak air

    Memasak
    ilustrasi memasak (pexels.com/Deane Bayas)

    Air dan minyak memang tidak bisa menyatu. Ketika bahan makanan yang masih sangat basah dimasukkan ke dalam minyak panas, air akan menguap dengan cepat dan menyebabkan minyak meletup. Selain meningkatkan risiko minyak memercik, kelembapan dari bahan makanan juga dapat mempercepat kerusakan minyak.

    Contohnya, sayuran yang baru dicuci tapi belum ditiriskan dengan baik, tahu yang banyak air, atau bahan makanan beku yang langsung digoreng. Sebelum menggoreng, pastikan bahan makanan sudah ditiriskan dengan baik. Kamu bisa menepuk permukaannya menggunakan tisu dapur bersih jika memang terlalu basah.

  4. 4. Minyak dipakai berulang kali untuk berbagai jenis makanan

    Memasak
    ilustrasi memasak (pexels.com/cottonbro studio)

    Menggunakan minyak lebih dari satu kali memang sering dilakukan agar lebih hemat. Namun, semakin sering minyak digunakan dan dipanaskan kembali, semakin cepat warnanya berubah menjadi gelap. Selain frekuensi pemakaian, jenis makanan yang digoreng juga berpengaruh.

    Minyak yang digunakan untuk menggoreng makanan berbumbu kuat, berlapis tepung, atau mengandung banyak serpihan akan lebih cepat berubah warna. Misalnya, minyak yang baru digunakan untuk menggoreng ayam bumbu kuning bisa membawa sisa bumbu. Ketika minyak digunakan kembali untuk menggoreng bahan lain, sisa tersebut kembali terkena panas dan bikin semakin gelap.

  5. 5. Wajan atau alat penggorengan kurang bersih

    Mencuci wajan
    ilustrasi mencuci wajan (pexels.com/Kampus Production)

    Penyebab minyak cepat hitam juga bisa berasal dari wajan yang digunakan. Sisa kerak, bumbu gosong, atau minyak lama yang masih menempel pada permukaan wajan dapat langsung bercampur dengan minyak baru. Akibatnya, minyak yang seharusnya masih jernih bisa lebih cepat berubah warna ketika dipanaskan.

    Hal yang sama juga berlaku pada alat masak lain, seperti saringan, spatula, atau penjepit makanan. Jika masih terdapat sisa makanan gosong yang ikut masuk ke dalam minyak, partikel tersebut akan terus terbakar selama proses menggoreng. Karena itu, pastikan wajan benar-benar bersih sebelum menuangkan minyak baru, ya!

    Minyak goreng cepat hitam bisa disebabkan oleh berbagai hal. Kebiasaan-kebiasaan kecil tersebut mungkin sepele, tapi jika dilakukan terus-menerus, minyak bisa lebih cepat berubah warna dan kualitasnya pun menurun.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More