6 Tips Bikin Donat Choco Berry Viral, Teksturnya Menyatu dan Cantik!

- Donat choco berry viral dibuat dari cokelat leleh yang dicetak berbentuk cincin, lalu dihias buah segar seperti stroberi, blueberry, dan anggur muscat.
- Gunakan cokelat batang atau couverture yang cocok dilelehkan; panaskan perlahan dengan double boiler atau microwave singkat agar teksturnya halus dan tidak gosong.
- Pastikan cetakan serta buah benar-benar kering, ketuk cetakan untuk mengurangi gelembung, dan susun buah berukuran proporsional agar hasilnya rapi dan kokoh.
Tren dessert yang unik dan menarik secara visual kembali ramai di media sosial. Salah satunya donat berry atau choco berry donut, kudapan berbentuk cincin yang sekilas menyerupai donat, tetapi sebenarnya tidak menggunakan adonan roti sama sekali. Dessert ini dibuat dari irisan buah segar dan cokelat leleh yang dicetak hingga mengeras.
Cokelat yang digunakan biasanya berupa dark chocolate, milk chocolate, atau white chocolate. Isiannya terdiri dari stroberi, blueberry, anggur muscat, hingga taburan almond. Perpaduan warna cokelat dan buah segar membuat tampilannya cantik, gak heran kalau dessert ini semakin diburu para pencinta kuliner.
Meski terlihat mudah dibuat, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, agar cokelat tidak mudah patah, permukaannya tetap mulus, dan buah dapat menempel dengan baik. Berikut tips membuat donat choco berry yang bisa kamu coba di rumah.
1. Gunakan cokelat yang memang cocok untuk dilelehkan
Pemilihan cokelat menjadi hal pertama yang perlu diperhatikan, karena cokelat merupakan bahan utama sekaligus bentuk dari dessert ini. Gunakan cokelat batang atau couverture chocolate yang memang dirancang untuk dilelehkan dan dicetak.
Jenis cokelat dapat disesuaikan dengan selera. Dark chocolate memberikan rasa yang lebih pekat dan sedikit pahit, sedangkan milk chocolate cenderung lebih manis dan lembut. Jika ingin tampilan yang lebih cerah, white chocolate juga bisa menjadi pilihan.
Kualitas cokelat akan berpengaruh terhadap rasa, tekstur, hingga hasil akhirnya setelah mengeras. Jadi, sebaiknya jangan menggunakan cokelat yang sulit mengeras atau mengandung lemak yang tidak sesuai untuk dicetak.
2. Lelehkan cokelat secara perlahan

Potret cokelat leleh (pexels.com/Anna Tarazevich) Cokelat sebaiknya dilelehkan secara bertahap, agar tidak mengalami perubahan tekstur atau bahkan gosong. Kamu bisa menggunakan metode double boiler dengan meletakkan wadah berisi cokelat di atas air panas.
Jika menggunakan microwave, panaskan dalam waktu singkat, lalu aduk sebelum kembali dipanaskan. Ulangi hingga cokelat benar-benar leleh dan teksturnya halus. Hindari memanaskan cokelat terlalu lama dalam satu waktu. Suhu yang terlalu tinggi dapat membuat cokelat menggumpal atau kehilangan tekstur halusnya.
3. Pastikan cetakan berbentuk donat benar-benar kering
Karena cokelat sangat sensitif terhadap air, cetakan harus berada dalam kondisi bersih dan benar-benar kering sebelum digunakan. Sedikit air saja dapat membuat cokelat sulit tercampur dan hasil akhirnya kurang halus.
Gunakan cetakan silikon berbentuk cincin donat, agar cokelat lebih mudah dilepaskan setelah mengeras. Sebelum menuangkan cokelat, periksa kembali bagian dalam cetakan untuk memastikan tidak ada sisa air atau kelembapan. Cetakan silikon juga membantu menghasilkan bentuk cincin yang lebih rapi tanpa perlu memberikan banyak tekanan saat mengeluarkan cokelat.
4. Ketuk cetakan untuk menghilangkan gelembung udara

Potret cokelat leleh (unsplash.com/Teo Do Rio) Gelembung udara kecil yang terperangkap di dalam cokelat dapat membuat permukaan donat terlihat berlubang atau tidak rata. Setelah cokelat dituangkan, ketuk cetakan secara perlahan di atas permukaan datar.
Tidak perlu mengetuk terlalu keras. Beberapa ketukan ringan sudah cukup untuk membantu gelembung udara naik ke permukaan. Langkah sederhana ini juga membantu cokelat mengisi bagian-bagian cetakan yang sempit, sehingga bentuk cincin terlihat lebih utuh ketika dilepaskan.
5. Pastikan buah benar-benar kering sebelum digunakan
Buah segar menjadi salah satu daya tarik utama donat choco berry. Stroberi, blueberry, anggur muscat, dan buah lainnya dapat memberikan rasa segar, sekaligus membuat tampilannya lebih berwarna.
Namun, buah yang masih menyimpan air sebaiknya tidak langsung diletakkan di atas cokelat. Kelembapan dapat membuat permukaan cokelat berubah dan membuat topping lebih sulit menempel.
Setelah dicuci, keringkan buah menggunakan tisu dapur secara perlahan. Pastikan tidak ada air yang tersisa di permukaannya sebelum digunakan sebagai topping.
6. Pilih ukuran buah yang proporsional

Potret memotong buah (unsplash.com/Martin Lostak) Tidak semua buah perlu digunakan dalam ukuran besar. Untuk dessert berbentuk cincin, pilih buah yang ukurannya seimbang dengan permukaan cokelat agar tampilannya tidak terlalu penuh.
Stroberi dapat digunakan dalam bentuk utuh jika ukurannya kecil atau dipotong menjadi dua. Blueberry bisa langsung digunakan, sedangkan anggur muscat dapat dipotong sesuai kebutuhan.
Susun buah secara bergantian, agar warna dan bentuknya terlihat menarik. Jangan menumpuk terlalu banyak buah pada satu bagian, karena dapat membuat donat cokelat sulit diangkat dan dinikmati.
Itulah beberapa tips membuat donat choco berry yang perlu kamu perhatikan. Meski cara membuatnya simpel, tetapi ketelitian tetap diperlukan, agar hasilnya sesuai harapan. Dengan memperhatikan beberapa tips di atas, donat choco berry bisa tampil lebih rapi, cantik, dan tetap kokoh saat disajikan.
![[QUIZ] Menebak Karakter dari Varian Rasa Donat Kentang Favoritmu](https://image.idntimes.com/post/20250723/upload_30765a06dc664de54175003669b27980_2f4ed4af-dabf-4dee-a1c9-fa38931c6c7f.jpg)




















