ilustrasi nasi kandar (commons.wikimedia.org/Dannyjafni)
Nasi kandar berkembang dari tradisi komunitas India-Muslim di Penang, sehingga karakter rasanya tidak hanya bertumpu pada masakan Melayu. Pengaruh tersebut terlihat pada penggunaan aneka rempah dan sajian kari yang menjadi bagian penting dalam hidangan ini.
Racikan bumbunya bisa mengingatkan orang Indonesia pada kari India, tetapi nasi kandar memiliki tradisi penyajian tersendiri, terutama dalam kebiasaan menyiramkan kuah ke nasi dan lauk. Perpaduan pengaruh kuliner inilah yang membuatnya berbeda dari nasi berlauk yang biasa ditemukan di Indonesia.
Kedekatan dengan masakan berbumbu rempah membuat nasi kandar cukup menarik bagi orang Indonesia yang menyukai gulai, kari, atau hidangan berempah lainnya. Namun, nasi kandar bukan sekadar versi lain dari nasi Padang atau kari India. Saat mencicipinya, kamu bisa memperhatikan bagaimana kuah kari, nasi putih, dan lauk disatukan dalam satu piring.
Nama nasi kandar mungkin belum terlalu akrab di telinga orang Indonesia, tetapi hidangan ini memiliki kemiripan dengan kebiasaan makan nasi yang populer di Tanah Air. Perbedaannya dapat ditemukan pada racikan kari dan perpaduan rasa dalam satu piring. Kalau mampir ke Penang, lauk apa yang paling ingin kamu coba bersama nasi kandar?